Sebelum Tertangkap, Revaldo Akui Pesta Narkoba

Hal mengejutkan diungkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sidang kasus narkoba Revaldo, Beni Putra. Menurut Beni, Aldo mengaku pesta narkoba sebelum tertangkap.

Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba, Revaldo. (Google Foto)

Pengakuan Aldo tersebut diungkap Beni dengan pengacu kepada berkas pemeriksaan kepolisian atau BAP. Namun di dalam persidangan Aldo tidak mengungkapkan hal tersebut.

“Iya, itu pengakuan dia. Jadi kronologinya di sana awalnya mereka pakai shabu di sebuah rumah di Tebet itu. Barulah Moh Yamin (MY) ditelepon seseorang yang bernama Emir untuk mengambil shabu. Tapi pengakuan Revaldo dan temennya, Ali Imron, mereka berdua tidak tahu kalau mereka minta ditemani oleh MY untuk mengambil sesuatu berupa barang di daerah Radio Dalam,” jelas Beni usai sidang Aldo di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (22/12/2010).

Saat ditangkap di depan Polres Jakarta Barat, Jalan S Parman pada 20 Juli 2010 lalu, Aldo kedapatan membawa sepaket ganja dan shabu seberat 62 gram shabu. Namun belakangan Aldo menyangkal shabu itu miliknya. Ia hanya mengakui memiliki sepaket ganja.

Selain dari kedua bukti tersebut, ada bukti lain yang diungkap. Yaitu 2 amplop shabu yang masing-masing beratnya 0,1262 gram. Dalam persidangan kepemilikan dua paket tersebut dibebankan kepada Aldo, namun dibantah. Sehingga, siapa pemilik shabu tersebut masih dipertanyakan oleh jaksa. Itu juga yang akan diungkap di sidang.

“Itu sebenernya akan kita ungkap di persidangan. Tapi kita kan nggak tahu faktanya seperti apa? Sebab yang tahu di kejadian adalah saksi. Saya pun hanya membacakan dakwaan yang dibuat oleh polisi,” kata Beni.

Baca Juga :  Glenn Fredly: Kalau Nggak Siap Kalah, Ikut Arisan Aja!

Di sisi lain, mengenai pengakuan Aldo di berkas perkara kepolisan, pengacara Aldo, Durapati Sinulingga mengaku tidak tahu-menahu. “Saya tidak tahu. Yang pasti saat tes urin, urin Aldo positif mengandung zat-zat terlarang,” jelas Durapati. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*