Sedih, Ini Kondisi SD Unggulan di Palas

Kondisi pintu salah satu ruangan SDN 0101 Sibuhuan rusak tidak diperbaiki

PADANG LAWAS – Kondisi sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan SMP di Padang Lawas sangat memprihatinkan. Padahal, Pemerintah telah melaksanakan kebijakan program Bantuan Operasioanl Sekolah (BOS). Pada dasarnya program BOS adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi sekolah sebagai pelaksana program wajib belajar 9 tahun.

Salah satunya, SD Negeri 0101 Sibuhuan yang merupakan sekolah unggulan di Kecamatan Barumun, memiliki jumlah siswa sangat banyak, sehingga menerima dana BOS kurang lebih setengah miliar per tahun, kondisi bangunannya dalam kurun waktu 3 tahun terakhir sangat memprihatinkan, tidak pernah dicat, meubeler dibiarkan rusak, kamar mandi tidak terawat, pintu dibiarkan rusak, dan terkesan kumuh.

Padahal, penyaluran dana BOS dilakukan setiap periode 3 bulanan, besar biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah, dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan untuk SD/SDLB Rp 580.000,-/siswa/tahun, ujar Pemerhati Pendidikan Padang Lawas Sahat G. Lubis, sabtu (22/11)

Sahat menjelaskan, penggunaan dana Bantuan tersebut harus sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2013 Tentang Petunjuk Teknis dan Pertanggungjawaban Dana BOS Tahun 2014.

“Pada Petunjuk Teknis, salah satu sasaran penggunaan dana BOS adalah untuk perawatan sekolah, antaralain untuk pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela. Kemudian perbaikan mobiler, perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan WC), perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya,” katanya.

Baca Juga :  MU-Arsenal: Partai Spesial nan Panas

Hal ini, lanjut sahat, diduga telah menjadi sumber penghasilan para kepala sekolah dengan menyalahgunakan janatannya demi kepentingan pribadi

“Manajer BOS Disdik Palas diminta tinjau sekolah penerima, karena banyak ditemukan kejanggalan, itu korupsi lo, sebagai implementasi kerja nyata, kita akan pantau hingga nanti kita giring ke penegak hukum,” kesalnya.

/Edi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*