Sejak Agustus, Proyek Jalan Dari Bulu Mario ke Marancar Belum Selesai ?

SIPIROK-Pembangunan ruas jalan Bulu Mario, Sipirok menuju perbatasan Kecamatan Marancar, Tapsel masih berlangsung. Keadaan ini menimbulkan tanda tanya warga, karena  proyek itu mulai dikerjakan Agustus tahun lalu.

Namun begitu, masyarakat tetap bersyukur atas perhatian pemerintah dalam pembangunan tersebut, tetapi sebaiknya dilakukan sesuai dengan aturan yang ada.

“Kami tak tahulah, yang jelas saat ini aktivitas kerja masih ada. Kami sangat senang ruas jalan ini dibangun, yang tentunya akan memudahkan hubungan kami, kalau yang lain kami tidak tahu,” kata warga bermarga Simanjutak dan Hutapea yang ditemui METRO Sabtu (11/2) lalu di Bulu mario.

Menurut warga, aktivitas kerja  pengaspalan masih berlangsung mengarah pada Simpang Desa Batusatail, dan aktivitas pembangunan jalan tersebut sudah berlangsung sejak Agustus 2011 lalu. “Mereka masih mengaspal di arah Simpang Batusatail, ke sana sajalah pastikan bang,” kata warga.

Pantauan METRO  Sabtu (11/2) sekitar pukul 17.00 WWIB, proses pelaksanaan ruas jalan Desa Bulumario menuju perbatasan Kecamaan Marancar dengan jenis lapisan penetarsi dengan panjang sekitar 8 km masih belum rampung Di beberapa titik material berupa drum aspal, batu, kerikil dan pasir  masih bertumpuk dan kenderaan dan pekerja masih sibuk beraktivitas.

Di lokasi pengerjaan juga tak ditemukan plank proyek yang menjelaskan jenis kegiatan tersebut. Kondisi ini tentu menimbulkan tanda tanya tetang  aktivitas kerja pengaspalan yang masih berlangsung. Bahkan di beberapa titik juga banyak ditemui longsoran tanah yang menimpa jalan yang baru dikerjakan, disamping itu dibeberapa titik kondisi jalan juga sudah tergelupas sehingga terkesan kurang pengawasan.

Baca Juga :  Pemkab Paluta Kembali Buka Magang ke Jepang

Sementara beberapa warga yang kebetulan melintas mengaku heran dengan adanya aktivitas proyek itu. “Saya heran dengan aktivita kerja itu. Kalau proyek biasanya akhir tahun sudah harus selesai, tapi kenapa justru masih ada aktivitas pekerjaan berlangsung padahal sudah awal tahun, apakah proyek itu bersumber dari anggran 2012 tapi tak tahulah,” katanya.

Yang jelas, kata  warga tersbeut, setidaknya masyarakat sangat senang dengan kegiatan itu, tapi hedaknya dilakukanlah dengan baik sesuai aturan yang ada, kalau saya melihat peran pengawas dalam kondisi ini yang sangat lemah, kita tunggu sajalah apakah bagaimana nantinya. (ran/mer)

METROSIANTAR.COM

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

6 Komentar

  1. yang menjadi pertanyaan….kenapa cuma jalan kampung batu satail aja yang dibuat dan diperbaiki……jawabannya……biar kroni2 dan cukong si syahrul….lancar mencuri kayu darisana…….

  2. Proyek kejar tayang….kenapa ? karena banyak orang yang menyoroti akan carut-marutnya proyek pemda di Tapsel…….termasuklah lokasi proyek ini yang KATANYA tahun 2011 terkena bencana alam makanya terkendala dalam penyelesaiannya. Bencana alam nasongondia muse ma luai maksudmu kongsi..? anggo banjir ilu sian mata tutu mada ai, tai anggo banjar sanga longsor do ninna…bukkakmu doi

  3. saya jg setuju ada perbaikan jalan khususnya untuk daerah Marancar,tp kalau bisa tolang daerah Marancar-Aek Sabaon,Sukarame diperbaiki dgn segera,krn kondisi jln disana sangat memprihatinkan jika dibandingkan dengan daerah Tanjung,Poken Arba ….
    Trm ksh atas perhatiannya.

  4. kami berharap besar agar secepatnya peroyeknya rampung,tapi jangan cuma batusatahilaja yang diperhatikan!jalan di desa aeksabaon ke sukarame juga agar anak-anak kami pergi sekolahnya nyaman.

  5. Na donokan do Desa Batusatail Lombang dohot Btusatail Dolok sian huta ni Bupati ni Sidippuan i, biasi he songon na so marnegara huta nadua on..???? .muda diida kondisi lingkungan desa dan sarana akses jalan tu huta on, sangat-sangat memprihatinkan.

  6. July 2011 saya bersama teman-teman Pelayanan dalam satu rombongan dari Jakarta mengunjungi Desa Batusatail Dolok dan Lombang. Berangkat Berjalan Kaki dari Desa Haunatas-Tanjungrompak Kec. Marancar ke Desa Batusatail, dan Kembali Naik Truk masyarakat lewat Pertigaan Batusatail/Bulumario/Sipirok. Jalan ini sangat baik untuk perlintasan Kendaraan dari wilayah Kec. Batangtoru, dari kec. Sibolga dan dari wilayah lainnya menuju Kota Sipirok. Bila jalan ini layak dilalui maka bisa memamfaatkan waktu 1 jam lebih jika dibandingkan melewati Kota Padangsidimpuan ke Kota Sipirok.

    Satu hal yang sangat memprihatinkan saat itu adalah, Lebar jalan sepertinya diperuntukkan hanya untuk Jalan Desa yang kecil bukan sebagai Jalan Lintas. Andaikan Jalan ini dibangun dengan kelayakan lebar 5-7 Meter maka dukungan perkembangan Ekonomi kota Sipirok dari Masyarakat Kec. Marancar, kec. Batangtoru dan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan lainnya yang akan memasarkan hasil2 perkebunan sebagai Pusat Kota Tapanuli Selatan akan berdampak sangat besar sekali. Mengingat hasil-hasil pertanian dan perkebunan Masyararakat saat ini masih harus dibawa dengan jarak tempuh ke Kota padangsidimpuan.

    Pembangunan Jalan ini juga perlu dipertimbangkan dari segi AMDAL mengingat Lingkungan Hutan diwilayah ini bisa dikatakan merupakan salah satu Hutan terbaik secara alamiah saat ini di Sumatera utara yang dijaka oleh masyarakat sekitarnya dengan baik. Pembukaan dan perbaikan Jalan Lintas ini sangat diharapkan masyarakat dari beberapa presiden negara ini dan Masyarakat tapi tidak untuk kepentingan bisnis pribadi atau kepentingan untuk meraup SDA semata yang ada di wilayah ini saja. DESA BATUSATAIL TERKENAL DENGAN GULA MERAH DAN HASIL BUMINYA, SELAMA INI DESA INI TENGGELAM SEPERTI DISEMBUNYIKAN WALAUPUN HASIL-HASIL BUMI DI WILAYAH INI sering diganti namakan asal usul GULA MERAH DARI WILAYAH INI SEHINGGA nama desa tertinggal ini seperti luput dari perhatian Pemda Tapsel, sehingga banyak orang mengetahui kekayaan SDA di wilayah ini ingin membuat yang terbaik untuk wilayah ini, bahkan bisa saja termasuk dalam hal perbaikan2 jalan ke wilayah ini.
    DESA BATUSATAIL YANG BUTUH PERHATIAN DARI PEMDA KEC. SIPIROK YANG MENGAKUI DESA TERTINGGAL INI ADALAH WILAYAHNYA, WALAUPUN SAAT INI MASYARAKAT LEBIH SENANG MENGAKUI HIDUP BAHAGIA SEPERTI ADA DI WILAYAH KEC. MARANCAR, TAPSEL.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*