Sejarah baru sepakbola Sumut

PANYABUNGAN – Sebanyak 22 tim ambil bagian dalam Kejuaraan Sepakbola Antar-Pelajar U-17 Piala Gubsu tahun 2014 di Stadion Pemkab Madina, Panyabungan, mulai 27 Mei ini. Gubsu diwakili Kadispora Sumut, H Baharuddin Siagian, membuka resmi kejuaraan dalam rangka HUT Pemprovsu ke-66.

“Kegiatan ini untuk mempererat tali silaturahim sekaligus ajang pencarian pesepakbola andal,” katanya.

Gubsu mengakui prestasi sepakbola Sumut akhir-akhir ini menunjukkan penurunan dan diharapkan melalui kejuaraan ini dapat meningkatkan kembali prestasi sepakbola daerah ini hingga ke level internasional. Ketua Umum PSSI,  Djohar Arifin Husin, mengatakan kejuaraan ini merupakan sejarah baru dalam pembinaan sepakbola pelajar di Sumut.

“Di daerahlah sumber bibit atlet sepakbola. Kejuaraan ini sangat penting dalam upaya pencarian bibit-bibit pemain andal,” ujarnya.

Djohar menyatakan prihatin terhadap kondisi sepakbola Sumut yang tidak memiliki infrastuktur representatif. Hal ini praktis menyulitkan prestasi sepakbola sendiri. “Contohnya Pro Duta yang sudah layak bersaing di kompetisi elite seperti ISL, namun karena tidak didukung sarana, maka akhirnya harapan itu sirna,” katanya.

Karena itu, Djohar mengajak pemerintah dearah agar semangat untuk membangun stadion sepakbola. Tidak perlu mewah. Di Pulau Jawa untuk tingkat kabupaten saja sudah memiliki stadion yang representatif.

Plt Bupati Madina, Drs H Dahlan Hasan Nasution, memberikan apresiasi kepada Asprov PSSI Sumut karena Madina dipercaya menjadi tempat pembukaan Piala Gubsu. “Saya berharap melalui Grup E ini ada pemain yang memperkuat Timnas Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Manchester United Cetak 'Gol' Rp1,4 Triliun

Ketua Panpel Muktar Hanafi  yang juga Kadispora Madina, menyebutkan kejuaraan tersebut dibagi lima wilayah, yakni Grup A tuan rumah di Langkat, Grup B (Medan), Grup C (Asahan), Grup D (Labusel), dan Grup E (Madina). Untuk babak 8 besar hingga final dilaksanakan di Medan.

Waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*