Sejumlah Anak di Padangsidimpuan Diserang Munmen

Padangsidimpuan. Sejumlah anak di bawah umur di Desa Hutakoje, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan diserang penyakit menular munmen (muntah mencret). Satu orang terpaksa dibawa ke rumah sakit akibat kondisi fisiknya terus menurun dan sejumlah anak lain berobat ke bidan dan dokter setempat.

Sumber MedanBisnis, informasi kemarin, daerah berjarak 8 km dari pusat Kota Padangsidimpuan mulai dilanda penyakit menular dalam beberapa hari terakhir. Tercatat, sudah lima anak terjangkit mumen, yakni Ummu Fadilah, Farhan, Pais, Nisa dan Anggi Namora. Pais Siregar anak Taufiq Siregar merupakan bocah pertama menderita munmen lima hari lalu.

Kedua orang tuanya spontan membawanya berobat ke bidan, namun setelah dua hari kondisi anak tersebut belum membaik, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Padangsidimpuan untuk mendapatkan pertolongan lebih intensif.

Kondisi sama dialami Anggi Namora. Beberapa jam setelah berobat ke bidan, anak ini kembali muntah-muntah disertai mencret, sehingga terpaksa dibawa berobat ke dokter terdekat karena sudah mengamai dehidrasi.

Sedangkan dua anak lainnya masih dalam kondisi berobat. Yenni SN, orang tua Anggi Namora mengatakan, dua hari lalu ia bersama anaknya paling bungsu menjenguk salah satu anak saudaranya yang menderita munmen dan pada malam harinya Anggi Namora berusia 2 tahun mengalami muntah disertai menceret. “Semalaman saya tidak tidur menjaganya dans ampai sekarang belum pulih,” katanya.

Baca Juga :  Terminal Hutaimbaru Pal IV Maria Segera Beroperasi - Loket dan Angkot Wajib Masuk Terminal

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sidimpuan H Syaiful Bahri didampingi Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Mazwar mengatakan pihaknya belum tahu ada sejumlah anak yang diserang penyakit Munmen.

“Sampai saat ini belum ada laporan masuk, termasuk dari Puskesmas terdekat,” katanya .Menurutnya, mumen merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang siapa saja dan termasuk penyakit berbahaya.

Dia mengatakan, jenis penyakit dapat berbahaya, jika tidak segera mendapat penanganan tepat, bisa mengakibatkan kematiana kibat dehidrasi berlebihan,” kata Syaiful.

Untuk memastikan penyebab munculnya penyakit munmen tersebut agar bisa diatas, kata Sekretaris Dinas Kesehatan, petugas segera diturunkan ke lapangan.

“Saat ini juga Kasi P2P turun ke Hutakoje untuk memastikan keadaan tersebut sekaligus untuk pencegahan agar tidak menular ke warga lain,” kata Syaiful.


(ikhwan nasution ) – MedanBisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*