Sejumlah Jurnalis Minta Pelaku Pengroyokan Wartawan Ditindak

Panyabungan, (Analisa). Puluhan wartawan dari berbagai media se Kabupaten Mandailing Natal (Madina), melakukan aksi ke kantor DPRD, Lembaga Pemasyarakatan dan Kantor DPC Hanura Madina, Kamis (3/4), meminta mengusut tuntas dalang penganiayaan terhadap salah seorang wartawan terbitan Medan Jefri Brata Lubis.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terkait pengeroyokan terhadap salah seorang wartawan Jeffry Barata Lubis beberapa waktu lalu diduga dilakukan salah satu ketua partai di Madina, juga anggota DPRD Madina yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Panyabungan.

Dalam aksi di kantor DPRD Madina, para jurnalis meminta kepada Pimpinan DPRD dan Badan Kehormatan Dewan (BKD) agar melakukan proses terhadap terduga dalang pelaku pengeroyokan.

“Kami jurnalis Madina menolak kekerasan terhadap pers, karena dalam tugas jurnalis di lindungi UU. Kekerasan diduga didalangi ketua partai,” ujar salah seorang demonstran.

Untuk itu diminta pimpinan DPRD Madina untuk menindak tegas, dan memberhentikan tersangka yang ketepatan sebagai anggota dewan.

Ketua DPRD Madina As Imran Khaitamy Daulay bersama Anggota Iskandar Hasibuan mengatakan, pihaknya sudah perintahkan Sekwan DPRD Madina untuk membuat surat desakan keputusan Bupati, agar Gubernur memberhentikan dari jabatannya sebagai anggota DPRD Madina.

Terkait adanya dugaan Ir AMN sebagai aktor intelektual atas dugaan melawan hukum berupa tindak pidana pengeroyokan terhadap Jeffry Barata Lubis, juga sudah diminta Sekwan agar menyurati Badan Kehormatan Dewan Madina.

Baca Juga :  3 PSK Terjaring Razia di Desa Pir Transpir Sosa Unit II B, Kec. Huragi, Kab. Palas

Sebelumnya Iskandar Hasibuan Anggota DPRD Madina, yang juga sebagai wartawan senior Madina, dalam kesempatan menerima aksi wartawan, menyampaikan, dirinya tidak akan tingga diam. “Saya akan kawal terus ke Badan Kehormatan Dewan walapun saya bukan anggota BKD, karena saya masih ada darah wartawan ini akan saya kawal,” tegasnya.

Setelah melakukan orasi di depan Gedung DPRD Madina, wartawan menuju Lembaga Pemasyarakat Panyabungan, untuk meminta pertanggung jawaban Kalapas terkait pengroyokan wartawan, karena dugaan aktornya berada di LP Panyabungan.

Kalapas panyabungan Arif Rahman, mengatakan, di dalam lapas tidak ada perlakuan istimewa terhadap warga binaan.

Wartawan juga meminta kepada kepolisian Madina yang telah menangkap dan menetapakan 4 tersangka, agar mengusut tuntas dan menangkap aktor intelektualnya, yang sudah di ketahui berada di dalam Lapas. (man)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*