Sekda Padangsidimpuan Jadi Saksi Utama Kasus Korupsi

PADANGSIDIMPUAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Sidimpuan Sarmadhan Hasibuan menjadi saksi utama dalam sidang kasus dugaan korupsi dana Persatuan Sepak bola (PS) Sidimpuan yang menghadirkan salah seorang tersangka M Soleh Pulungan di Pengadilan Negeri (PN) setempat kemarin.

Selain Sarmadhan yang juga menjadi Manajer PS Sidimpuan, sidang yang dipimpin majelis hakim Syahlan dengan anggota Efianto D dan Zulfadli, turut menghadirkan dua saksi lainnya.Keduanya yakni, Bendahara PS Sidimpuan Zulkarnaen Pohan dan mantan Bendahara Dinas Pemuda Olahraga Pemko Padangsidimpuan Ridoan Lubis.

Dalam kesaksiannya, Sarmadhan mengungkapkan, pada tahun 2008 terjadi perubahan nama tim dan pengurus manajemen dari Persatuan Sepak bola Kota Padangsidimpuan (PSKPS) menjadi PS Sidimpuan. Hadi Azhari Nasution, tersangka lain dalam perkara ini yang sebelumnya menjabat Manajer di PSKPS dipilih menjadi Wakil Manajer di PS Sidimpuan.

Sementara itu, posisi manajer ditempati Sarmadhan. “Saya tidak bisa meluangkan waktu yang cukup untuk mengurus tim.Walaupun tidak secara tertulis maupun lisan, saya percayakan tim kepada Wakil Manajer PS Sidimpuan. Harapan saya, beliau melaporkan segala perkembangan tim dan keuangan kepada saya.Namun, ternyata laporan itu tidak pernah ada,”tuturnya.

Menurut dia, selama PS Sidimpuan mengikuti Divisi I Liga Indonesia XIV pada 2008 lalu, dia hanya sekali turut mendampingi tim. Untuk pertandingan tersebut, PS Sidimpuan menggunakan dana sekitar Rp 3,2 miliar yang bersumber dari bantuan hibah Pemko Padangsidimpuan melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata. Namun, pengajuan permohonan dan penggunaan dana langsung dilakukan Wakil Manajer ,Hadi Azhari Nasution.

Baca Juga :  Gempa 5 SR Mengguncang Sidimpuan

“Wakil Manajer tidak pernah melaporkan atau meminta persetujuan dari saya,”tuturnya. Sementara itu, saksi Zulkarnaen Pohan selaku Bendahara PS Sidimpuan mengatakan, selama Divisi I Liga Indonesia XIV 2008 lalu, klub itu hanya menerima dana Rp 1,4 miliar. Mengenai dana sebesar Rp 3,2 miliar,dia mengaku tidak tahu. “Saya hanya terima Rp 1,4 miliar untuk keperluan kontrak pemain, operasional, dan lainnya. Rp 1 miliar dari anggaran itu saya terima dari KONI dan Rp 400 juta lagi melalui Wakil Manajer, ”tuturnya.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*