Sekdes Sirambas ditahan

PANYABUNGAN – Diduga akibat membuat dan menggunakan surat palsu, Sekretaris Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, AW, 38, terpaksa mendekam dalam tahanan Polres Madina sejak 14 Juni lalu.

“Ia diduga melanggar KUHP Pasal 263 ayat 1 dan 2 tentang membuat dan menggunakan surat palsu serta pasal 266 membuat surat asli tapi palsu (Aspal), dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” kata Kapolres Madina AKBP Fauzi Dalimunthe melalui Kasat Reskrim AKP Sarluman Siregar.

Dijelaskan, berdasarkan pengaduan warga dan hasil penyelidikan polisi, AW yang telah diangkat jadi PNS dari Sekdes pengangkatan tahun 2011, telah membut surat palsu di tahun 2004 tentang surat pengangkatan dirinya menjadi sekdes.

Padahal, saat itu status AW sebenarnya sebagai kepala desa yang diperkuat dengan pengakuan sekdes NH masa itu menjabat sekdes. NH sendiri dikabarkan menyetujui pembuatan surat keterangan dengan iming-iming mendapat imbalan uang puluhan juta dari AW.

Tapi, karena AW setelah diangkat jadi PNS tidak menepati janjinya sesuai kesepakatan, akhirnya NH mengadukan Abdul Wahab ke Polres Madina. Kabarnya, untuk memuluskan rencana, AW akan memberikan uang Rp 40 juta kepada NH.

Ditahannya Sekdes Sirambas AW menjadi pembicaraan hangat warga di desa itu. Sebagian warga menilai penahanannya wajar karena telah berani membuat surat palsu dan penipuan.

Tapi sebagian warga juga menyangkan, karena pelapor terlapor nota bene menjabat sekdes saat itu seharusnya ikut ditahan. Karena tanpa bantuan sekdes saat itu, tidak mungkin kejahatan birokrasi terkait pengangkatan sekdes jadi PNS bisa berjalan mulus.

Baca Juga :  Jabatan Bupati Madina Berakhir September, Gubsu Diminta Segera Tetapkan Penjabat Bupati Madina

AW menjabat Kepala Desa Sirambas sejak 2001-2008. Kemudian, dengan melakukan pemalsuan surat ia tercatat sebagai Sekdes yang di angkat tahun 2011.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*