Selama 2009, Kejari P.Sidimpuan Tangani 388 Perkara

Kejari

www.analisadaily.com
Selama tahun 2009 Kejaksaaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan berhasil menangani 388 perkara dari berbagai jenis tindak pidana. Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padangsidimpuan Indrasyah Johan SH kepada Analisa di ruang kerjanya, Senin (28/12).

Dikatakan, untuk jenis perkara yang paling menonjol adalah kasus Narkotika sebanyak 55 perkara disusul Perjudian 41 perkara, kekerasaan secara bersama-sama 22, perlindungan anak 19, kehutanan (illegal logging) 15, cabul 10, sedangkan trafiking nol.

“Tahun 2009 ini, kasus narkotika, perlindungan anak, kehutanan,cabul merupakan perkara yang paling banyak kita tangani, sedangkan lainnya hanya kisaran dua hingga tiga perkara , “terangnya.

Sedangkan untuk kasus korupsi, selama kurun waktu 2009 pihaknya menangani 9 kasus , di mana 7 diantaranya ditangani Kejari Sidimpuan serta 2 kasus ditangani Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Sibuhuan dan Sipirok.

Dirincikannya, dari 6 kasus yang ditangani Kejari Padangsidimpuan, 2 kasus telah diputus yakni kasus gratifikasi PPh 21 dengan terpidana H Tongku Palit Hasibuan dan Suripto, 1 kasus dugaan korupsi sertifikat prona pada BPN Tapsel 2008 di Cabjari Sipirok dengan terpidana Soleh Muhammad Darda yang dituntut 1 tahun 6 bulan, diputus 1 tahun 3 bulan, dengan kerugian negara sebesar Rp.24 juta.

Kemudian kasus dugaan korupsi Beras Miskin 2008 di Cabjari Sibuhuan dengan terpidana Gozali Lubis yang dituntut 1 tahun 6 bulan, diputus 1 tahun, kerugian negara sebesar Rp.27 juta dan kasus dana BOS tahun 2009 yang masih dalam tahap persidangan dengan tersangka DN, dengan kerugian negara sebesar Rp.61 juta.

Baca Juga :  Pipa Air Leding Rusak di Kampung Toba, Sudah Dilaporkan Warga Tapi Tak Kunjung Diperbaiki.

Sedangkan 2 kasus di Kejari yang masih dalam tahap persidangan yakni kasus BKD Tapsel dengan tersangka Drs.AS dan kasus korupsi Bina Marga Sumut dengan tersangka JS. “Untuk kasus BKD Tapsel, penyidikan dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, hanya sidangnya di PN Padangsidimpuan, “ terang Indrasyah.

Selain itu katanya, 2 kasus masih dalam penyidikan yaksi kasus Bina Marga Sumut dengan tersangka Ir. IS yang saat ini dalam tahanan Kejari Padangsidimpuan dan kasus Dishub Sumut dengan tersangka H, dan 1 kasus masih tingkat kasasi yakni kasus dugaan korupsi APBD Pemko Padangsidimpuan dengan tersangka KD dan PH.

“Dalam menangani kasus korupsi ini kita tetap menghormati Hak Azasi Manusia (HAM) dengan berpedoman kepada Praduga Tak Bersalah. Makanya kita tidak sembarang menahan orang kalau belum terbukti kesalahannya terutama dalam hal merugikan keuangan negara. Itu semua kita jalani dengan profesional, “ terangnya.

Fakta-fakta tersebut katanya merupakan salah satu bentuk keseriusan Kejari dalam memberantas korupsi di wilayah hukumnya meliputi Kota P. Sidimpuan, Kabupaten Padang Lawas Utara , Padang Lawas dan Tapanuli Selatan.

Disinggung berapa uang negara yang telah berhasil diselamatkan Kajari mengatakan, kesulitan dalam melakukan penyitaan terhadap uang negara yang telah dikorupsikan para terdakwa. “Kita kerap kesulitan menarik uang negara tersebut karena, para terdakwa sudah tidak memiliki harta guna menutupi kerugian negara tersebut namun kita akan terus berusaha mendapatkannya kembali , “ujar Kajari yang dikenal dekat dengan wartawan itu. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pembangunan infrastruktur Madina harus jadi prioritas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*