Selama 4 Tahun Tak Sumbang PAD – DPRD Padangsidimpuan Serukan PDAM Tirta Ayumi Ditutup!

Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan mendesak pemerintah daerah untuk segera menutup Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ayumi. Pasalnya, perusahaan yang disubsidi oleh Pemko Psp ini, tidak ada menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) selama empat tahun terakhir.

Desakan ini disampaikan Ketua komisi II Zahari Harahap, wakil ketua Khoiruddin Nasution, sekeratris Sopian Harahap, dan anggota, M Isnandar Nasution, saat kunjungan kerja (kunker) ke PDAM Tirta Ayumi, yang diterima Kabag Administrasi, Aprinasari Harahap, Jumat (18/6).

Para wakil rakyat ini menyebutkan, setiap tahunnya Pemko Psp mensubsidi Tirta Ayumi sekitar Rp550 juta, atau selama 4 tahun terakhir dana yang sudah dikucurkan sekitar Rp2,5 miliar, sementara hasil yang diberikan kepada Pemko Psp nol besar.

Dengan demikian, lanjut wakil rakyat, keberadaan Tirta Ayumi selama 4 tahun ini hanya menjadi beban daerah. Sebab, tidak menghasilkan apapun untuk Pemko Psp. Maka, sebaiknya keberadaan Tirta Ayumi dikaji ulang, apakah tetap dipertahankan untuk beroperasi dengan kondisi defisit setiap tahun atau ditutup dan dana untuk Tirta Ayumi dialihkan ke sektor lain.

Sementara itu Kabag Administrasi, Aprinasari Harahap, kepada anggota dewan mengaku, sejak 4 tahun terakhir keberadaan Tirta Ayumi memang selalu defisit dan mengandalkan subsidi dari pemerintah.

Dikatakannya, pelanggan Tirta Ayumi di Kecamatan Psp Tenggara sebanyak 150 pelanggan dengan target dari tahun 2006 sebanyak 2 ribu pelanggan, sedangkan untuk Kecamatan Psp Batunadua dari target yang dicanangkan sebanyak 600 pelanggan sampai posisi tahun 2010 ini, hanya sebanyak 300 pelanggan. Sehingga boleh disebutkan bahwa biaya operasional jauh lebih besar. Artinya, pemasukan lebih besar dari pendapatan.

Baca Juga :  Panwaslu Padang Sidimpuan Temukan Banyak Pelanggaran Kampanye Cagubsu GUSMAN dan GENTENG

Lebih lanjut dikatakannya, dalam sebulan pendapatan Tirta Ayumi hanya sekitar Rp20 juta dari sekitar 450 pelanggan, dengan pemakaian air rata-rata sekitar 2 ribu meter kubik di dua kecamatan tersebut. Sedangkan pengeluaran untuk gaji dari 25 karyawan di Tirta Ayumi sebesar Rp22 juta per bulan.

Saat ditanya anggota dewan kendala apa yang dialami sehingga pelanggan khususnya masyarakat Kota Psp di dua kecamatan tempat opersional Tirta Ayumi, Aprinasari mengaku, masyarakat masih mengeluh dengan pelayanan yang diberikan. Sebab, alat yang dipergunakan Tirta Ayumi masih manual dengan sumber air dari Simatohir dan Labuhan Rasoki.

Dijelaskannya, dana subsidi dari Pemko Psp tersebut kebanyakan dipergunakan untuk biaya operasional, seperti honor dan juga perbaikan jaringan yang ada, serta sewa kantor Rp15 juta per tahun, sementara untuk pengadaan alat-alat yang lebih baik lagi tidak terpenuhi, karena ketiadaan dana.

Menyikapi permasalahan di Tirta Ayumi, para anggota dewan berharap agar jajaran pengurus Tirta Ayumi menyampaikan laporan perkembangan kepada DPRD Psp sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 24 tahun 2008 tentang BUMD, yang harus melaporkan sistem keuangannya sekali dalam tiga bulan.

Selain itu para anggota dewan juga berharap kiranya Tirta Ayumi untuk diaudit seluruh laporan keuangannya oleh akuntan profesional dan tidak lagi oleh Inspektorat.

Meskipun wakil rakyat berharap Tirta Ayumi lebih baik ditutup, namun mereka juga mempetimbangkan keberadaan sebanyak 450 pelanggan yang ada di dua kecamatan.

Baca Juga :  Hakim Ikuti Pelatihan, Sidang Tuntutan Kasus Korupsi DAK Kota Padangsidimpuan Ditunda

Namun, lanjut wakil rakyat, jika sebanyak 450 pelanggan dikorbankan dalam artian dana sekitar Rp2,5 miliar dikelola dengan membentuk semisal Bank Perkreditan Rakyat dengan perputaran ekonomi dan usaha yang lebih baik, maka ribuan masyarakat Kota Psp akan mendapatkan hasilnya daripada mempertahankan Tirta Ayumi yang hidup dengan mengandalkan subsidi dari pemerintah dan menjadi beban bagi daerah.

“Kita harus memikirkan untung dan ruginya bagi daerah ini,” pungkas para anggota dewan ini.

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/DPRD_Tutup_PDAM_Tirta_Ayumi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Astagaaaa…… pendapatan cuma 20 Juta sebulan ? Miskin banget itu PDAM. General Audit dulu oleh BPKP ( JANGAN diaudit Bawasda / Inspektorat. percuma, mereka kurang ngerti tentang sistim Akuntansi ! ), tindak lanjuti hasil audit tersebut. Perbaiki Manajemennya. Amangboru anggota DPRD Cari dong solusinya, jangan langsung ambil jalan pintas begitu….

  2. pendapat saya….jangan sampai lah Tirta Ayumi di tutup; soal kerugian…harus di “audit” dulu; soal lain adalah kinerja pelayanan…mestinya di “perbaiki”; sola pelanggan yang terlalu sedikit mungkin bisa dilakukan dengan membuat terobosan baru; setelah perbaikan pelayanan; jaringan serta sumber air; terobosan yang mungkin bisa dilakuka dengan menurunkan tarif pemasangan jaringan pada batas BEP biaya pasang jaringan ke rumah pelanggan,.. selanjutnya mengintensifkan penagihan…..mungkin perlu diskusi panjang; namun yang harus di ingat pelayanan PDAM; PLN; Rumah Sakit serta Pendidikan adalah “biaya sosial”…jangan cuma melihat “profit” saja.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*