Selama Ramadan, Kolang-kaling Diminati warga

Selama bulan Ramadan, minat warga membeli kolang-kaling meningkat, di mana kolang kaling itu dikonsumi saat berbuka puasa.

Meningkatnya permintaan kolang-kaling, menjadi keuntungan bagi para petani Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang memiliki tanaman enau yang merupakan tumbuhan penghasil kolang-kaling.

Musonnif Batubara (33), warga Desa Aek Barian saat ditemui METRO, Senin (23/8) mengatakan, biji pohon enau ini dapat menggandakan peruntungan bagi petani ketika memasuki bulan puasa. Karena, biji yang dikeluarkan enau atau lebih familiar di Madina disebut aluho atau kolang kaling.

Menurutnya sebelum puasa petani hanya bisa meraup keuntungan dari pohon enau dengan memanfatkan air enau menjadi gula merah. Namun saat ini, biji enau juga dapat dijual.

Diterangkannya, sebelum kolang-kaling dijual terlebih dahulu direbus dan diambil isi biji nya, dan isi biji yang berwana putih itulah kolang-kaling.sekarang kolang-kaling kami jual Rp2.500 per kilogram,” katanya.

Panusunan Nasution (39), pedagang kolang-kaling di pasar Panyabungan menuturkan, selama bulan Ramadan, kolang-kaling merupakan salah satu incaran masyarakat, untuk dijadikan sebagai tambahan makanan buka puasa.

Mengonsumsi kolang-kaling, biasanya dilengkapi dengan gula dan dimasak dengan santan yang ditambahi buah pisang. “Makan itu sering disebut dengan nama Sonof. Saya setiap bulan puasa, selalu menjual kolang-kaling, dan ini hanya dijual khusus bulan puasa dan di luar bulan
puasa tak ada lagi yang menjual. Dan sepekan saya bisa menghabiskan 600 kilo gram,” katanya.

Baca Juga :  Plt Bupati Madina: 10 Ranperda untuk Peningkatan Perekonomian Masyarakat

Dia menambahkan, selain di Pasar Penyabungan dirinya juga berjualan kolang-kaling di pasar Simpanggambir Kecamatan Lingg Bayu yang merupakan wilayah Pantai Barat.”Kalau 300 kilo gram, bisa laku di sana,” ungkapnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Selama_Ramadan_Kolang-kaling_Diminati_warga

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*