Selamat Hari Ibu

Kiriman: Dedi Harianto Lubis

Selamat Hari Ibu

berkisah seorang teman tentang kehidupannya yang selalu mendapatkan cobaan yang silih berganti,

dia terlahir di dalam sebuah keluarga yang sederhana bahkan digolongkan dalam keadaan sebagai keluarga miskin, kehidupan yang serba pas – pasan seolah telah menjadi sebuah hal yg biasa baginya….disisi lain dari dalam dirinya timbul sebuah keinginan dan cita – cita untuk melepaskan keluarganya dari belenggu kemiskinan itu, dan hari – hari pun dilalui nya dengan keras…

sejak kecil dia telah ikut mencari nafkah dengan orang tuanya sebagai pedagang dan itu berlangsung hingga dia beranjak dewasa, keadaan keluarga nya yang memaksa dirinya untuk terus bertahan dan berusaha untuk merubah kehidupan terus menajdi motivasi terbesar dalam hidupnya….perjalanan hidup yang memaksa mengerjakan pekerjaan yang tidak seharusnya dilakukan seorang anak kecil pun dilakkukannya…mulai dari kernet angkot, pedagang kerupuk lado, penjahit, sopir angkot, tukang angkut…..dan banyak lagi, meski pekerjaan yang dilakukannya merupakan pekerjaan kasar dia tidak pernah mengeluh dan terus berusaha demi impian yang terus membayanginya…..

tahun demi tahun pun terlewati dengan hal yang serupa di tahun sebelumnya, namun dengan keyakinan bahwa suatu saat itu akan berakhir semakin menguatkan dirinya untuk tetap melakukannya dan terus berusaha, dengan restu sang ibu kekuatan di dalam dirinya tak pernah berkurang dan kendur…..beranjak dewasa dia pun beranikan diri melakukan hal – hal yang lebih besar dan beresiko, namun dengan sebuah kebiasaan yang selalu meminta restu dan doa sang ibu sebelum melangkah membuat keberaniannya semakin besar…pada suatu hari dia bertanya kepada sang ibu, ” mak, aku nak buka usaha jahit, gmane menurut mak, jike mak tak izinkan aku nak tak buka itu ”
namun kasih sang ibu yang begitu besar dan melihat keinginan yang begitu besar yang muncul dari dalam dirinya, sang ibu pun berkata ” anakku, tak mungkin pula emak tak izinkan engkau buka usaha jahit tuh, tapi emak pesan, supaye engkau bekeje dengan jujur dan ikhlas dan jangan lupa dengan tuhanmu nak, dan jangan engkau telewat dengan munculnya fajar di pagi hari ”

Baca Juga :  Warga Sipirok Kembali Razia Manipulasi Kayu PT. TPL : Dokumen Lama Dipakai Lindungi Kayu Tebangan Baru

emak restu engkau buka usaha yang engkau inginkan, emak akan selalu mendoakan engkau anakku,

dengan mata yang berkaca2 dan perlahan air mata menetes dipipinya, dia pun memeluk erat emaknya, sambil berkata ” terimakasih mak, aku tak kan membuat mak bersedih dan terus menjadi miskin, aku bejanji nanti mak pasti bangga dengan anak emak ne,Z”

setelah itu, dia pun mulai melangkah keluar rumah untuk segera mencari cara agar dia dapat buka penjahit dan akhirnya bertemu dengan seorang pengusaha di bidang itu dan dia menawarkan kerjasama, dengan memegang pesan sang ibu, ( jujur dan ikhlas ) dia pun mendapatkan usaha yg dia inginkan, namun setelah beberapa bulan usahanya mengalami berbagai masalah yang menyebabkan dia bangkrut, hal ini pun sampai ketelinga emaknya, dan emaknya pun menjadi sedih, namun dengan air mata yang terus mengalir, emaknya mendoakan agar anaknya terus berusaha dan tabah…..

tahun ketahun dilaluinya dengan mencoba setiap peluang yang dia dapatkan dengan ketekunannya, namun satu yang menjadi sebuah pendorong baginya adalah restu sang ibu, setiap akan melakukan sesuatu dia bertanya dengan ibunya, barulah dia melakukannya…dan dengan doa sang ibu itu pula pada akhirnya dia menjadi seorang yang maha suskses dan mampu mewujudkan keinginan sang ibu untuk pergi haji, dan membebaskan keluarganya dari kemiskinan.

saat dia akan memberangkaytkan sang ibu ketanah suci, hisak tangis pun tak terhindarkan, sang ibu dengan terus memanjatkan syukur kepada yang maha kuasa dengan di dampingi tangisan dan tetesan air mata kebahagian akan keberhasilan sang anak yang mampu mewujudkan keinginannya yang dulu tak mungkin terjadi, namun hari itu menjadi saksi bahwa tuhan itu maha kuasa, meski sang anak pun meneteskan air mata dan tangis, itu merupakan tanda kebahagiaannya,,, bahwa simiskin dahulu telah berhasil menunjukan cinta kasihnya kepada sang ibu….rasa cinta nya yang begitu besar kepada sang ibu sejak dia kecil, membuat dirinya menjadi seseorang yang mampu menaklukan dunia kemiskinan dan meraih kebahagiaan, kebiasaannya yang selalu meminta rsetu sang ibu seakan menjadi sebuah petunjuk bahwa dia layak mendapatkannya.

Baca Juga :  Mahasiswa UMTS Serahkan Ratusan Pohon

dengan tangis bahagia dia melepaskan keberangkatan sang ibu ke tanah suci yang merupakan impian utama yang selalu memotivasi dirinya untuk terus berusaha, rasa cinta dan kasih sayang yang diberikan ibu kepadanya seakan – akan menjadikan dia seorang anak yang kuat menghadapi hidup dimasa sulit nya….

The End

Ketika air mata ibu mengalir karena aku maka aku pun tak sanggup untuk mengusap air mata itu…..
ketika teriakan itu ku balas dengan amarah maka dia pun bersedih….
dulu aku dikasihinya tanpa ada rasa malas dan bosan tapi kini disaat dia butuhpun terkadang aku tak menghiraukannya….kasih sayangnya, pengorbanannya, ketulusannya, tak seharusnya kubalas dengan meneteskan air mata nya…..

selamat hari IBU…….

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*