Semburan Gas Lapindo Bakar Ibu dan Anak

2122514620X310 Semburan Gas Lapindo Bakar Ibu dan AnakDua warga Desa Siring Barat, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kewi dan anaknya, mengalami luka bakar cukup serius akibat terkena semburan gas liar di rumahnya sekitar kawasan lumpur Lapindo.

Informasi yang dihimpun pada Rabu dini hari menyebutkan, peristiwa yang terjadi pada Selasa malam itu menyebabkan kedua korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya hingga 80 persen.

Mereka sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Sidoarjo. Menurut Kepala Kepolisian Resor Sidoarjo Ajun Komisaris Besar Mohammad Iqbal, kejadian bermula ketika semburan gas liar di rumah warga bernama Oki, tetangga korban, tiba-tiba menyembur kembali setelah beberapa waktu lamanya sempat terhenti.

Bubble di rumahnya Pak Oki sebenarnya sudah dibuatkan saluran pengaman, tetapi justru saluran di rumah Ibu Kewi yang tiba-tiba menyemburkan gas dan menyulut api yang mengakibatkan kebakaran,” katanya.

Ia belum bisa memastikan penyebab terjadinya kembali semburan gas liar tersebut karena pihak Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) sedang meneliti penyebab kejadian itu.

Peristiwa kebakaran akibat semburan gas liar yang terjadi Selasasekitar pukul 22.15 WIB itu sempat membuat panik warga di sekitar kejadian. Bahkan, jalur lalu lintas Surabaya-Gempol sempat macet dan terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif Juwet Kenongo di Kecamatan Porong.

Kobaran api baru bisa dikuasai sekitar lebih dari satu jam setelah lima mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian. Namun, titik atau pusat semburan gas dan api di rumah Bu Kewi hingga berita ini diturunkan masih belum bisa dipadamkan.

Baca Juga :  Dibui Karena Sop Buntut - Sikap Aisyah yang Adukan Rasminah ke Polisi Disayangkan Warga

Petugas PMK Sidoarjo hingga pukul 01.30 WIB masih berusaha memadamkan semburan api dengan menggunakan sistem folder.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2010/09/08/0316448/Semburan.Gas.Lapindo.Bakar.Ibu.dan.Anak-8

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*