Sempat Terlibat Aksi Dorong-dorongan – Demo, Mahasiswa Bakar Boneka Jerami

Mahasiswa yang berunjuk rasa membakar boneka jerami di pelataran Kantor Bupati Palas, kemarin. (Asmar Siregar/Metro Tabagsel)

PALAS – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Padang Lawas (Palas) unjuk rasa damai di pelataran kantor bupati Jalan KH Dewantara, Rabu (5/3). Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 itu, juga disertai pembakaran boneka jerami sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Bupati Palas.

Sekitar 30 menit berunjuk rasa, massa diarahkan Polsek Barumun untuk membubarkan diri dengan tertib. Namun, bukannya berhenti, massa bersikeras melanjutkan aksi demo. Sebab, menurut mahasiswa mereka memiliki izin melakukan aksi selama tiga hari berturut-turut dari Polres Tapanuli Selatan (Tapsel). Dan, yang kemarin demo terakhir.

Selanjutnya, aksi ricuh. Berawal dari salah satu simpatisan TSO, SN, yang memaksakan diri masuk ke tengah massa dengan maksud membubarkan aksi. Dalam aksi itu, SN memukul koordinator aksi. Namun, massa tetap bertahan menyampaikan aspirasi.

Kemudian, Kapolsek Barumun AKP Huayan Harahap turut membubar paksa massa. Sejumlah petugas dan mahasiwa terlibat aksi saling dorong. Akhirnya, dengan mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian aksi massa bubar.

Usai berdemo, Irham mengaku, pihaknya telah mengantongi izin melaksanakan aksi unjuk rasa selama 3 hari berturut-turut dari Polres Tapsel. Ironisnya, aksi mereka dipaksa mundur oleh kepolisian. Dalam hal ini, pihaknya akan membuat laporan ke Poldasu atas tindakan anarkis salah satu caleg dan pembubaran paksa oleh polisi.

Baca Juga :  Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Tabagsel

“Kita akan membuat laporan ke Polda untuk ditindak lanjuti segera,” ungkap Irham didampingi Dorlansyah Hasibuan. Sementara itu, Kapolsek Barumun AKP Huayan Harahap menerangkan, massa tidak memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari Polres. “Saya sudah tanya ke Kasat Intel Polres Tapsel. Mereka tidak memiliki STTP. Tadi mereka datang ke Kantor Bupati hanya mau meminta jawaban tertulis dari hasil pertemuan kemarin dengan Bupati. Dan, menurut keterangan Asisten I jawaban itu sedang dipersiapkan, tapi tahunya mereka lakukan aksi,” jelas kapolsek.

Sebelumnya, koordinator aksi Irham Bakti dalam orasinya menyebutkan hal tersebut dikarenakan bupati dinilai belum mampu menggali potensi yang ada di Palas. Bupati juga dianggap belum dapat menampakkan tanda-tanda kemajuan sebagai daerah otonom. (tan)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*