Semua Ingin Riedl Bertahan

Keputusan Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) mempertahankan pelatih Alfred Riedl disambut baik oleh punggawa tim nasional Indonesia.

Riedl layak dipertahankan karena telah membentuk fondasi yang bagus bagi pasukan “Merah Putih”. “Dia patut dipertahankan. Semua masyarakat juga pasti menginginkannya. Riedl sudah bikin fondasi yang bagus,” kata Zulkifli Syukur kepada Kompas.com, Jumat (31/12/2010).

%name Semua Ingin Riedl Bertahan
Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl

Defender yang memperkuat Arema Indonesia itu menilai bahwa Riedl telah memberikan prestasi yang luar biasa, meskipun Indonesia gagal menjuarai Piala AFF 2010. “Dengan merombak skuad dari pelatih sebelumnya, Benny Dollo, Riedl telah berhasil membangun tim menjadi luar biasa, terutama mental. Dalam beberapa pertandingan, kami berhasil mengalahkan lawan meskipun harus tertinggal lebih dulu,” ucap pemain asal Makassar itu.

Lebih lanjut, Zulkifli mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga selama dilatih oleh Riedl. Baginya, Riedl berhasil menerapkan kedisiplinan dalam tim. Ia berharap bisa membawa nilai-nilai penting yang diajarkan Riedl saat membela klub. “Dia bagus melakukan pendekatan dengan pemain. Dia sangat disiplin dan tegas. Yang paling penting, dia paling marah kalau kami main kasar. Selain itu, di enggak pernah menilai satu pemain menjadi bintang, tetapi tim-lah yang menjadi bintang,” beber bek berusia 26 tahun tersebut.

Hal senada diungkapkan penyerang muda “Merah Putih”, Yongky Ari Bowo. “Keputusan bagus untuk mempertahankan Riedl. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari dia. Dia mengajarkan kami untuk selalu disiplin,” ujar Yongky.

Baca Juga :  Ashley Cole Pemain Terbaik Inggris 2010

Sebagaimana diberitakan, posisi Riedl sempat terancam setelah Indonesia kembali menjadi runner-up pada Piala AFF. “Merah Putih” kalah agregat 2-4 (0-3, 2-1) dari Malaysia pada babak final yang digelar 26 dan 29 Desember 2010. Meski begitu, Riedl belum kehilangan pekerjaannya. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menyatakan hanya akan mengevaluasi kinerja Riedl dan bukan memecatnya. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*