Semua Kafe di Tor Simarsayang Tak Miliki Izin

Jumat, 05 Maret 2010 – www.metrosiantar.com

SIDIMPUAN-METRO; Sesuai pendataan yang dilakukan satuan polisi pamong praja (Satpol PP), bahwa seluruh kedai, warung, dan kafe-kafe yang dibangun di Tor Simarsayang tidak mempunyai izin. Maka dalam penertiban dan pemberdayaan para pedagang di objek wisata Tor Simarsayang, Pemko Padangsidimpuan (Psp) akan melibatkan seluruh unsur muspida plus.

Demikian dikatakan Kakan Kesbang Linmas Psp, Dra Adek Yanti Tampubolon kepada wartawan, Rabu (3/3) usai melaksanan rapat antara Wali Kota Psp, Drs Zulkarnaen Nasution dengan pimpian muspida plus di antaranya, Dandim 0212/TS, Letkol Inf Togar Pangaribuan, Wakapolresta, Kompol AE Hutabarat, Ketua PN, Mustofa SH, Ketua DPRD Psp, Aswar Syamsi Lubis, Ketua MUI Psp, Syaukani MS, BKAG, Sahat Tua Sinaga, perwakilan dari Kejari Psp, Kakansatpol PP, Erwin H Harahap, BEM UGN, dan dirinya sendiri sebagai koordintor dalam penertiban nantinya yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

Dikatakannya, pertemuan ini sendiri dilaksanakan atas dasar keberatan masyarakat dan mahasiswa atas keberadaan warung dan kafe-kafe yang ada di objek wisata Tor Simarsayang yang diduga dijadikan sebagai tempat maksiat. Nantinya hasil rapat antara muspida plus untuk menyahuti aspirasi masyarakat dan mahasiswa ini akan ditindaklanjuti pada tanggal 15 Maret mendatang. Dan sebanyak 34 pengusaha akan diikutkan dalam rapat tersebut.

“Kita ingin mendengar bagaimana sebenarnya yang terjadi di Tor Simarsayang dari pengusaha untuk kita ketahui langkah yang akan diambil,” sebutnya.

Baca Juga :  Hewan Peramal Piala Dunia - Gurita Paul Mati, Panda & Gajah Siap Beraksi

Selain itu, ujarnya, dalam pemberdayaan para pengusaha nantinya, Pemko Psp akan bekerja sama dengan UGN yang dalam waktu dekat akan segera mengaktifkan kembali proses perkuliahan.

Sehingga nantinya, kata Adek, pengusaha akan diberdayakan dan diberi modal serta dibangunkan pondok-pondok yang sesuai dengan tatanan dan aturan yang sesuai dengan yang diharuskan untuk menjadikan Tor Simarsayang sebagai objek wisata.

“Setelah nantinya kita lakukan penertiban, maka kita akan berdayakan para pedagang, seperti memberikan bantuan modal dan bangunan yang didirikan kita sesuaikan dengan aturan agar status Tor Simarsayang sebagai objek wisata benar-benar terwujud,” terangnya.

Apalagi, sebutnya, sesuai dengan pendataan yang sudah dilakukan Satpol PP, bahwa seluruh kedai yang dibangun di Tor Simarsayang tidak mempunyai izin atau tidak ada izin yang dikeluarkan oleh Pemko Psp. Untuk itu, agar ke depannya onjek wisata Tor Simarsayang bisa menjadi salah sumber PAD bagi Kota Psp, maka semuanya akan diberdayakan dengan pemberian bantuan modal, fasilitas pembangunan warung atau kafe. Dan semua pedagang akan diminta untuk mengurus izinnya, sehingga bukan hanya dari retribusi saja yang bisa diambil menjadi PAD, tetapi juga dari izin membuka usaha.

“Makanya agar ada ketegasan dalam penertibannya, Pemko Psp dalam hal ini menggandeng dan bekerja sama dengan Muspida Plus Psp dalam upaya melakukan penertiban, sebelum dilakukan penataan ulang agar Tor Simarsayang menjadi obyek wisata unggulan di KOta Psp,” pungkasnya. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Paluta Gelar Musrenbang

2 Komentar

  1. Tor Simarsayang sesuai dengan namanya, penuh dengan SAYANG….misalnya, sayang,,di salah gunakan , sayang,,, banyak yang mengatas namakan tanah oppungnya, sayang,, pihak pihak tertentu mengatakan hak nya dengan bukti kepemilikan yang masih mencari dan mencari…sayang,, pemkab tapsel punya hak kepemilikan lahan di pemko psp, sayang,,,pemko psp, ” setiap jengkal tanah yang ada di pemko adalah milik pemko”. sayang,,sayangilah, panorama alam,,,,

  2. simar sayana perlu di budayakn kaena pemandaganx bgtu indh.biar pun saya skrg gk di kmpung halaman saya.hrpn saya kpd warga sidimpuan agar dpt mnjg nm baik dmta slrh wrg sumatra.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*