Sengketa Lahan dengan PT Sago Nauli, Warga Lakukan Pematokan Lahan

Warga mematok lahan dengan menancapkan plang bertuliskan “tanah ini milik Desa Tapus”. (Ridwan)

MADINA – Sekitar dua ratusan warga Kelurahan Tapus bergabung dengan warga Desa Parbatasan mendatangi lahan plasma kelompok koperasi Desa Sido Makmur yang bapak angkatnya PT Sago Nauli, Selasa (26/8) kemarin. Warga melakukan pematokan lahan karena menurut mereka, lahan itu adalah milik masyarakat di dua desa/kelurahan itu, sementara warga desa Sido Makmur juga mengklaim lahan itu milik mereka.

Informasi dihimpun Metro Tabagsel, Rabu (27/8), permasalahan lahan ini sudah terjadi sejak tahun 2006 yang lalu, dan sudah disampaikan kepada Pemkab Madina. Namun, hingga sekarang belum ada penyelesaiannya sehingga masyarakat di dua desa itu kesal dan melakukan aksi pematokan lahan seluas kurang lebih 300 hektare dan sudah ditanami sawit itu.

“Kami ingin memperjuangkan lahan kami, karena selama ini sudah diklaim milik PT Sago Nauli dan dijadikan lahan plasma untuk masyarakat Desa Sido Makmur. Seharusnya yang mengelola adalah kami.

Permasalahan ini sudah pernah kami sampaikan kepada pemerintah, tetapi tidak ditanggapi sampai sekarang. Karena itulah kami melakukan pematokan ini berharap supaya diselesaikan oleh pemerintah,” sebut salah seorang pemuka adat Kelurahan Tapus, Alinuddin kepada wartawan, Rabu (27/8).

Disebutkan, masyarakat saat ini meminta kepada Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution segera menyelesaikan persoalan lahan ini, sebelum menyulut emosi warga. Karena jika permasalahan ini tidak diselesaikan, maka kemungkinan akan jadi konflik berkepanjangan.

Baca Juga :  Polres dan Kejari Sidimpuan Musnahkan Narkoba

“Inikan permasalahan hak, dan warga tentu saja siap berjuang memperoleh hak mereka. Karena itulah, sebelum terjadi konflik supaya dituntaskan secepat mungkin,” ucapnya.

Ketua Koperasi Rimbo Tuo Amron lubis mengatakan, pihaknya bersama masyarakat akan memperjuangkan lahan ini, untuk segera dikelola karena sudah cukup kesabaran masyarakat selama ini. Menurut Rimbo, bukan itu saja permasalahan yang terjadi, sebagian lahan Masyarakat Kelurahan Tapus dan Desa Perbatasan bersertifikat juga diklaim PT Sago Nauli milik perusahaan, dengan alasan lahan tersebut dibeli dari beberapa masyarakat.

“Kami juga sudah menyurati PT Sago Nauli agar menghentikan kegiatan menanami lahan yang masih dalam sengketa itu, namun surat kami tidak pernah ada jawaban dan pihak perusahaan terus melakukan kegiatan mereka,” sebutnya.

“Kami sangat berharap kebijakan Pemkab Madina untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena masyarakat sudah mulai emosi disebabkan tidak adanya sikap pemerintah,” tambahnya.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Madina Marwan Fauzi SSos membenarkan adanya pematokan lahan yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Tapus dan Desa Parbatasan ke lokasi PT Sago Nauli. “Benar semalam ada aksi warga ke lokasi PT Sago Nauli, permasalahan ini akan didiskusikan karena pimpinan lagi di luar daerah,” ucapnya. (wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  30 Dewan Tandatangani Usulan Pergantian Sekwan Palas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*