Sengketa Pilkada Deli Serdang di MK: Insyaallah Pilkada Deli Serdang hanya 1 Putaran

“Norma ‘lebih dari’ di elakang angka 30% bermakna bahwa harus terdapat angka tertentu, berapapun angka itu, yang secara nyata dapat membedakan dengan atau tidak dapat dibaca 30% saja. Berapapun angka persenan di belakang angka 30% itu bermakna adanya keadan hukum yang secara nyata membedakan dengan keadaan hukum 30% saja,”tegas Dr. Margarito Kamis di hadapan Majelis Hakim Konstitusi saat memberi keterangannya sebagai Ahli dalam sengketa Pemilukada Kabupaten Deli Serdang, Kamis (21/11).

Lebih jauh Margarito menegaskan bahwa berapapun angka di belakang koma, yang misalnya, dikonversi ke dalam suara menjadi 1 suara, ia adalah menjadi pembeda dengan keadaan 30%. “Dalam hal keadaan hukum seperti itu terdapat pada satu pasangan calon, maka pasangan calon itu memenuhi syarat Pasal 107 ayat (2) UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pasangan calon itu, sah dinyatakan sebagai pasangan calon pemenang pemilukada,”pungkas Margarito.

Coblos Tembus

Di dalam persidangan, terungkap bahwa terjadi proses Coblos Tembus di Desa Sampali, tepatnya TPS 01 dan TPS 33. Saksi Pemohon yang mewakili Pasangan Calon Nomor Urut 1, Ashari-Zainuddin (AZAN), pada perkara No: 173/PHPU.D-XI/2013, Sri Astuty, menegaskan bahwa sebanyak 20 kertas suara yang mencoblos pasangan Nomor Urut 1 dan tembus ke bagian lain dalam kertas suara dan tidak mengenai pasangan lain, dinyatakan batal atau tidak sah oleh Ketua KPPS.

“Saya mengajukan keberatan lisan, saat itu Yang Mulia. Tapi Ketua KPPS menyatakan bahwa coblos tembusan seperti itu adalah batal,”terang Astuty. Ia menerangkan bahwa dari 55 kertas suara yang dinyatakan tidak sah oleh KPPS, 20 suara itu dipastikan adalah pemilih Pasangan AZAN. Keterangan Astuty diperkuat oleh Sulaiman, saksi di TPS yang sama untuk PAsangan Nomor Urut 8. Sulaiman membenarkan bahwa terjadi coblos tembus sepeti diceritakan oleh Astuty dan dinyatakan batal  oleh KPPS.

Baca Juga :  Kaca Mobil Dipecahkan, Rp 100 Juta Dana BOS Raib

Dalam kesempatan yang sama, Satria Widharma, saksi Pasangan AZAN untuk TPS 33 Desa Sampali juga menjelasksan terjadinya Coblos Tembus. “Sebanyak 17 dari 20 surat suara yang dinyatakan tidak sah adalah surat suara yang memilih Pasangan Nomor Urut 1 Yang Mulia, dalam keadaan Coblos Tembus. Meski tidak mengenai kotak pasangan calon lainnya, tetap dinyatakan batal oleh KPPS. Saya protes lisan, meskipun tetap menandatangani Berita Acaranya,”pengakuan Satria.

Terkait dengan Coblos Tembus seperti ini, dala uraiannya Pihak Termohon yang diwakili oleh Kantor Hukum Ihza & Ihza Law Firm itu menegaskan bahwa berdasar atas Surat Edaran KPU Nomor 313/KPU/V/2010 pada 25 Mei 2010 kepada Ketua KPU Provinsi dan Ketua KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia yang pada pokoknya menyatakan, apabila terjadi coblos tembus, maka suara pada surat suara dinyatakan sah sepanjang coblos tembus tersebut tidak mengenai kolom pasangan calon lainnya.

Lebih jauh untuk membuktikan kebenaran perihal coblos tembus tersebut yang terjadi di TPS 01 dan TPS 33 Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, Pemohon, meminta Mahkamah memerintahkan KPU untuk membawa Kotak suara TPS 1 dan TPS 33 Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan untuk diperiksa di persidangan.

Optimis

Kuasa hukum Pasangan AZAN, Agus Dwiwarsono, ketika dimintai keterangan menjawab bahwa pihaknya optimis MK akan mengabulkan permohonannya.

“PHPU Kabupaten Deli Serdang ini unik. Pertama karena angkanya eksotis 29,99%. Kedua, ini murni sengketa hasil,”tegasnya.

Baca Juga :  Golput Pilkada Sumut 50% Lebih

Menurut Agus, pihaknya telah melakukan telaah di 39 TPS yang tersebar di 13 Kecamatan se-Deli Serdang. “Kami menemukan setidaknya ada 130 suara AZAN yang hilang dari TPS saat direkap di KPU Kabupaten. Kami juga menemukan sekitar 20 suara milik pasangan nomor urut 10 yang dihilangkan. Untuk itu, kami berharap Mahkamah mau mengembalikan suara-suara itu apda posisinya semula,”katanya.

Saat ditanya tingkat optimismenya itu, dengan diplomatis Agus menjawab bahwa dengan dikembalikannya masing-masing perolehan suara pasangan calon berdasar atas perhitungan suara di C1 di TPS, Pasangan AZAN telah melampaui angka 30% dengan kelebihan suara sebanyak 118 suara. “Insyaallah, Majelis Hakim MK akan bisa menemukan kebenaran itu. Dan insyaallah Pilkada Kabuapetan Deli Serdang hanya 1 putaran,”pungkasnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*