Seniman Batak Gelar Festival Harmonis Bangsaku

(Analisa/Parasian Hasibuan) Main Suling: Hardoni Sitohang memainkan seruling bambu, di salah satu cafe, Minggu (1/6).

Doloksanggul, Sejumlah seniman batak khususnya seniman musik akan menggelar festival budaya bertajuk “Harmoni Bangsaku”. Kegiatan ini untuk menanamkan kembali semangat berbudaya bagi masyarakat khususnya kalangan pemuda.

Festival Harmoni Bangsaku yang digagas Hardoni Sitohang direncanakan akan dipagelarkan di Medan, Sumatera Utara. Sejumlah seniman akan mempertontonkan kemampuan berkesenian dari berbagai aliran.

Selain itu, pagelaran sejumlah kesenian batak ini juga akan dirangkai dengan seminar serta pertujunkan kekayaan budaya daerah lewat fashion dan sastra.

“Tujuan utama dari festival Harmoni Bangsaku adalah ajakan semangat berbudaya bagi berbagai kalangan kususnya pemuda. Sebab kita seniman memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kembali semangat berbudaya,” terang Hardoni Sitohang di sela-sela riset musik tradisi yang dilakukannya di Humbang Hasundutan (Humbahas), Minggu (1/6).

Penggiat seni yang juga menjadi salah seorang tenaga pengajar musik tradisi di Universitas Negeri Medan (Unimed) tersebut mengatakan, pelaksanaan Harmoni Bangsaku lahir dari keinginan untuk mengkampanyekan budaya sebagai bagian dari kekayaan daerah. Sebab pada perkembangan zaman saat ini, budaya-budaya daerah, khususnya di lingkungan masyarakat batak sudah banyak yang bergeser.

Selain itu, dalam festival tersebut, para seniman juga ingin memperlihatkan kepada publik bahwa kesenian batak dapat di harmoniskan dengan sejumlah kesenian daerah lainnya. Sehingga kesenian batak adalah simbol jati diri masyarakat batak yang dapat harmonis dalam kebhinekaan.

Baca Juga :  Walikota Padangsidimpuan Akui Banyak Indikasi Korupsi di Pemko

“Serta salah satu tujuan riset kami di daerah adalah untuk meriset sejauh mana daerah mempertahankan musik tradisi yang merupakan warisan dari leluhur. Sebab nantinya dalam festival Harmoni Bangsaku kami akan melaksanakan konser musik tradisional batak secara natural serta mengkolaburasikannya dengan sejumlah kesenian tradisional dari daerah lain,” jelasnya.

Sementara itu, Humas dari Festival Harmoni Bangsaku, Samot Hutagaol mengatakan, keinginan untuk melaksanakan festival ini dilatarbelakangi minimnya kegiatan berbudaya yang dilakukan sejumlah pihak.

Termasuk lembaga-lembaga pemerintah dan lembaga kebudayaan lainnya. Padahal kebebasan berekspresi serta kebebasan mendapat informasi sudah menjadi jembatan terjadinya degradasi budaya. Sehingga untuk menguatkan masyarakat agar kembali berbudaya dan mempertahankan budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa maka digelar Festival harmoni bangsaku.

“Sering kali sejumlah kebebasan menjadi lembaran baru yang menenggelamkan peradapan lalu paraleluhur. Pada akhirnya kita menjalankan budaya baru yang diserap dari peradapan asing. Serta belum tentu sesuai dengan kehidupan kita. Karena itulah kita menggelar Festival Harmoni Bangsaku,” jelasnya. (ph) / (Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*