Sepuluh Dosa Nurdin Halid Versi Demonstran

Puluhan massa Aliansi Aceh Anti Nurdin (Alaidin) dan Masyakat Aceh Pecinta Sepakbola melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (22/2). Mereka menuntut reformasi total dalam tubuh PSSI serta mendesak PSSI Aceh mencabut dukungan terhadap pencalonan Nurdin Halid.

KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dituding telah membohongi FIFA dengan menggelar Musyawarah Luar Biasa di Makassar untuk memperpanjang masa jabatannya pada 2008 silam. Itu merupakan salah satu dari sepuluh dosa Nurdin terhadap sepak bola Indonesia.

Sepuluh dosa Nurdin Halid tersebut diungkapkan seorang orator dalam unjuk rasa menuntut revolusi PSSI di Kantor PSSI, Jumat (25/2/2011). Mereka mencatat kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan Nurdin sejak terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada 2003. Demonstran juga menyoroti peran Nurdin Halid, terutama soal ketika ia menjadi narapidana atas kasus pengadaan bahan makanan.

Berikut daftar kesalahan yang pernah dilakukan Nurdin Halid menurut para demonstran tersebut:

  1. Nurdin dinilai menggunakan politik uang saat bersaing menjadi Ketua Umum PSSI pada November 2003 dengan Soemaryoto dan Jacob Nuwawea.
  2. Nurdin juga mengubah format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua wilayah dengan memberikan promosi gratis kepada 10 tim, yakni Persegi Gianyar, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persekabpas Pasuruan, Persema Malang, Persijap Jepara, Petrokimia Putra, PSPS, Pelita Jaya, dan Deltras Sidoarjo.
  3. Ada indikasi jual-beli trofi sejak musim 2003 lantaran juara yang tampil punya kepentingan politik karena ketua atau manajer klub yang bersangkutan akan bertarung di pilkada.
  4. Jebloknya prestasi timnas ditandai tiga kali gagal ke semifinal SEA Games tahun 2003, 2007, 2099. Tahun 2005 lolos ke semifinal, tetapi PSSI ketika itu dipimpin oleh Agusman Effendi yang merupakan pejabat sementara karena Nurdin Halid di balik jeruji penjara.
  5. Membohongi FIFA dengan menggelar Munaslub di Makassar pada tahun 2008 untuk memperpanjang masa jabatannya.
  6. Laporan keuangan tidak jelas terutama dana Goal Project dari FIFA yang diberikan setiap tahun.
  7. Banyak terjadi suap dan makelar pertandingan, bahkan banyak yang melibatkan petinggi PSSI, seperti Kaharudinsyah dan Togar Manahan Nero.
  8. Tidak punya kekuatan melobi polisi sehingga pertandingan sering kali tidak mendapatkan izin atau digelar tanpa penonton.
  9. Nurdin merupakan satu-satunya ketua umum PSSI dalam sejarah yang memimpin organisasi dari balik jeruji besi.
  10. Nurdin terlalu banyak intervensi terhadap keputusan-keputusan Komisi Disiplin sebagai alat lobi untuk kepentingan pribadi dan menjaga posisinya sebagai ketua umum.
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kab. Padang Lawas Kekurangan 1.657 Ton Pupuk Urea Per Tahun

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*