Seputar Isu Begu Ganjang di Tobasa – Penyebar Isu Segera Ditangkap

AJIBATA-METRO; Isu begu ganjang yang meresahkan warga di Desa Sirungkungon, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) diprediksi sengaja disebarkan oknum-oknum tertentu yang dilatarbelakangi sirik, iri, dengki, dan angkuh.

Begu ganjang tidak ada, dan itu semua fitnah. Para pelaku penyebar isu bohong tersebut akan segera ditangkap dan dijerat dengan pasal penghinaan,” kata Kapolres Tobasa AKBP Musa Tampubolon SIk SH kepada METRO, Minggu (23/5).

AIR SUCI- Warga menerima air suci dari Pastor. Hal itu dilakukan bagi jemaat agar tidak percaya dengan begu ganjang dan menghilangkan rasa khawatir warga.

Kapolres menambahkan, untuk pencerahan dan imbauan kepada warga, dirinya sudah beberapakali mengajak warga agar tetap kondusif dan tidak mudah terprovokasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, berbagai keanehan yang diceritakan warga Desa Sirungkungon saat kunjungan kerja (kunker) Uspika Ajibata. Seperti, katanya ada wanita yang hamil mencekik leher sendiri, kepala seolah dipukul makhluk halus, sampai ada anak-anak jatuh pingsan.

Atas dasar itu, warga setempat berinisiatif memanggil paranormal dari Kabupaten Simalungun. Mereka curiga begu ganjang sedang beraksi di desa tersebut. Dengan bantuan paranormal, mereka berharap ada kepastian soal keberadaan begu ganjang di desa mereka, termasuk siapa yang memeliharanya.

Namun rencana warga memanggil paranormal didengar Uspika Ajibata dan tokoh agama. Untuk mencegahnya, Uspika Ajibata dan Pastor Paroki St Fidelis Sigmaringen Parapat, Donatus Marbun OFM Cap, turun langsung ke desa tersebut, sekira 25 kilometer dari ibukota Kecamatan Ajibata. Mereka tak ingin peristiwa yang terjadi di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, terulang di Ajibata. Di mana, karena percaya kepada paranormal yang menyatakan ada warga memelihara begu ganjang, tertuduh dan keluarganya tewas dibakar hidup-hidup.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Manipulasi Dana PS Sidimpuan Rp2,7 M - Tersangka Segera Ditetapk

Sementara itu salah seorang tokoh pemuda dan pemerhati adat istiadat Batak Toba berasal dari Motung dan kini tinggal di Parapat, Ben Manurung (48), kepada METRO mengatakan, berbagai kasus isu begu ganjang yang pernah menyeruak di kawasan pesisir Danau Toba yang juga wilayah Kecamatan Ajibata, tepatnya di Desa Horsik. Perusakan rumah pun sempat terjadi. “Dan hingga kini pengusutannya kita tidak tahu lagi, namun modusnya juga karena sirik dan dengki,” ujarnya. (j35)

Sumber: http://metrosiantar.com/Berita_Foto/Seputar_Isu_Begu_Ganjang_di_Tobasa

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*