Seputar Sebutan Batak dari Musafir Eropa – Keturunan Raja SM Raja Minta Per tanggung jawaban Ichwan Azhari

Salahsatu cicit Raja Sisingamangaraja XII, Marujinta Sinambela (35) meminta dengan tegas kepada sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed), Ichwan Azhari yang menyatakan sebutan Batak berasal dari musafir Eropa.

“Kami dengan tegas menolak hasil penelitian itu. Untuk itu, kami juga meminta dasar apa dia (Ichwan Azhari-red) berani mengungkapkan hal itu. Bukan dia yang lebih tahu tentang Batak. Bukan dia yang lebih mengetahui bagaimana sejarah, budaya dan adat Batak. Jadi, kami minta supaya yang mengutarakan kata Batak itu dari musafir Eropa supaya bisa bertanggungjawab kepada semua suku Batak,” tegas Marujinta Sinambela ketika dihubungi METRO, Rabu (1/12) melalui ponselnya.

Dikatakannya, bahwa sejak ada nenek moyang suku Batak, sudah menamakan keturunannya sebagai suku Batak. Hal itu menurut Marujinta dapat dibuktikan melalui hasil karya budaya dan adat istiadat suku Batak saat ini. “Semua suku Batak saat ini tengah diwariskan dengan kata “Horas” maupun sistem kekerabatan “Dalihan Na Tolu“. Belum lagi dengan hasil karya peninggalan aksara Batak yang dituangkan dalam pustaka buku lak-lak,” imbuhnya.

Marujinta Sinambela, yang saat ini masih tinggal di Istana Sisingamangaraja, Bakkara, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas ini, juga mengimbau semua elemen masyarakat Batak, agar melakukan klarifikasi terkait pernyataan Ichwan Azhari tersebut.

Sebab, menurutnya, hasil penelitian tersebut sudah terkait unsur rasis (penghinaan terhadap suatu suku, red) yang menimbulkan polemik. “Jadi dia sudah mengusik persatuan dan kesatuan suku Batak selama ini. Jadi sebaiknya semua elemen masyarakat Batak supaya meminta pertanggungjawaban dari dia. Kalau boleh, dibuktikan musafir mana orangnya yang mengaku pertama menyebut kata Batak itu menjadi nama suku kita,” tegasnya.

Baca Juga :  20 Daerah di Sumut belum Terima Raskin

Sebelumnya, tokoh masyarakat adat Kabupaten Samosir, Victor Simbolon, tokoh masyarakat Kabupaten Toba Samosir, Sabaruddin Tambunan serta pengurus Forum Masyarakat Peduli Bonapasogit, Wesly Suta Fernando Simanjuntak juga telah mengungkapkan hal senada.

Para tokoh masyarakat terse but meminta supaya Ichwan Azhari tidak mencampuri urusan suku Batak, padahal yang bersangkutan berasal dari suku Melayu. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. Ada pepatah mengatakan kalau mau cepat dilihat dan di ingat orang maka carilah sesuatu yang lain daripada yang lain dalam suatu kelompok. Atau dalam bahasa artis, kalau mau dikenal orang ada beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya mencari perhatian sebanyak2nya…. sehingga akan muncul dua pendapat yang berbeda. Dan diantara dua itulah terdapat peluang untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Ini sering dilakukan artis saat mulai tenggelam atau baru pemula, atau mau tiba2 ingin dilirik orang.
    Semakin banyak kita menanggapi sesuatu yang mendasar semakin baiklah untuk Ichwan Azhari, jadi kalau menurut saya, cukuplah ranggapan resmi bahwa apa yang disampaikan iwchwan Azhari itu tidak benar, kecualin kalau kita mau buat dia terkenal, ya mari kita tanggapi rame2….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*