Serangan Teror Guncang India, 17 Tewas

Aparat polisi meninjau lokasi ledakan di Dadar, Mumbai, India pada Rabu (13/7) setelah tiga ledakan mengguncang pusat bisnis yang sibuk di India.

Tiga ledakan yang terjadi hampir bersamaan mengguncang ibukota bisnis yang sibuk di India pada Rabu (13/7) pagi, menewaskan sedikitnya 17 orang.  Serangan ini tampaknya sebagai aksi teroris lain di kota yang pernah diguncang serangan besar tiga tahun silam.

Prithviraj Chavan, pejabat tinggi di negara bagian Maharashtra, menegaskan, serangan terbaru itu menewaskan 17 orang, sementara menurut menteri pemerintah federal angka korban jiwa mungkin akan naik.

Liputan televisi memperlihatkan puluhan petugas polisi, beberapa dari mereka bersenjata berada di lokasi-lokasi ledakan dan sedikitnya sebuah mobil dengan jendela-jendelanya hancur. Satu liputan memperlihatkan korban-korban ledakan di Jhaveri Bazaar yang berjejal memadati truk kargo dibawa ke rumahsakit.

Karena pengaturan waktu serangkaian ledakan hampir bersamaanitu, kami menganggap ini serangan teroris terkoordinir,” ucap Mendagri Palaniappan Chidambaram.

Satu ledakan mengguncang kawasan ramai Dadar di pusat kota Mumbai. Ledakan-ledakan lain terjadi di bazar, pasar perhiasaan terkenal dan distrik bisnis Opera House yang ramai, keduanya di Mumbai selatan dan berjarak beberapa kilometer, lanjut pihak berwajib.

Keseluruhan ledakan tadi terjadi dari pukul 18.50 sampai 19.00 waktu setempat saat semua kawasan tadi ramai dengan pekerja kantor dan komuter.

Ledakan tadi menandai serangan besar pertama terhadap Mumbai sejak 10 militan mengepung ibukota bisnis India itu selama 60 jam pada November 2008. Sejauh ini belum segera diperoleh indikasi bahwa ledakan-ledakan Rabu merupakan bagian pengepungan lama.

Baca Juga :  Nurhabibah, Bayi Di Mandailing Natal, Kekurangan Nutrisi Sejak Lahir

Pemerintah Pakistan menyatakan turut berduka atas jatuhnya korban jiwa dan cedera tidak lama setelah ledakan Rabu dilaporkan. (AP/es)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*