Serapan APBD Baru 66 Persen – PAD Tapsel Capai 85 Persen

TAPSEL – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tapsel hingga 11 November 2014 sudah mencapai angka 85 persen atau Rp65.061.322.772,82 dari target Rp77.252.840.461,00.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PKAD Tapsel Sulaiman Lubis SE kepada wartawan, kemarin.

Dirincikannya, capaian Pendapatan Pajak Daerah sebesar Rp10.262.431.924,00 atau 89,87 persen dari target Rp11.419.000.000,00. Pendapatan Retribusi Daerah sebanyak Rp3.621.005.398,00 atau 42,74 persen dari target Rp 8.472.453.688,00.

Selanjutnya, Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Rp47.078.150.889,00 atau 108,07 persen melebihi target dari Rp43.561.386.773,00. Lain-lain, PAD yang sah sebesar Rp4.099.734.561,82 atau 29,71 persen dari target Rp13.800.000.000,00. Sedangkan pendapatan transfer mencapai 81,85 persen atau Rp660.979.148. 945 dari Rp807.563.405461.

Tranfer pemerintah pusat dan dana perimbangan mencapai 86,33 persen dari Rp684.561.849.061 yang didalamnya ada dana bagi hasil pajak 47,87 persen dari Rp36.255.999.773, dana bagi hasil sumber daya alam 116,61 persen dari Rp11.720.801.407, dana alokasi umum 89,38 persen dari Rp573.244.182.000 dan dana alokasi khusus ada 75,00 persen dari Rp63.547.730.000.

Selanjutnya transfer pemerintah pusat lainnya yang didalamnya ada dana

penyesuaian yaitu mencapai 63,90 persen dari Rp59.871.714.400.

Sedangkan tranfers pemerintah provinsi mencapai 50,30 persen yang didalamnya ada pendapatan bagi hasil pajak 44,44 persen dari Rp35.000.000.000. Bantuan Keuangan dari provinsi 57,59 persen dari Rp28.129.842.000.

Disampaikan, hingga saat ini PAD dari retribusi masih mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun dirinya berkeyakinan sebelum akhir bulan Desember, target tersebut akan bisa dicapai.

“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pada bulan November dan Desember, setoran PAD akan lebih baik. Dan target itu mudah-mudahan bisa kita capai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diancam DPRD, Sekwan DPRD PALAS Telepon Polisi

Serapan APBD 66 Persen

Sementara untuk serapan APBD Pemkab Tapsel baru mencapai 66 persen dari anggaran APBD sebesar Rp925,3 miliar. Serapan ini terbilang rendah mengingat akhir tahun akan berakhir sekitar 1,5 bulan lagi.

Sulaiman Lubis kepada METRO menyampaikan, sampai dengan Selasa (11/11), adapun pencapaian serapan APBD dari seluruh SKPD yang ada di Pemkab Tapsel baru mencapai 66 persen dari pagu anggaran APBD sebesar Rp925,3 miliar.

“Seharusnya sudah mencapai 80 persen, namun masih banyak proyek-proyek fisik yang sampai saat ini belum selesai dan dibayarkan. Hanya itu kendalanya,” ungkapnya.

Sesuai rekapitulasi penyerapan dana APBD tahun anggaran 2014 yang diberikannya, diketahui baru sebelas SKPD yang penyerapannya mencapai 80 persen. Seperti, belanja langsung dan tidak langsung untuk kepala daerah dan wakilnya dari pagu anggaran sebesar Rp575,3 juta sudah terealisasi sebesar Rp513 juta dengan capaian 89 persen.

Kecamatan Angkola Barat pencapaiannya 85,8 persen dari anggaran sebesar Rp2,7 miliar, Kecamatan Sipirok capaiannya 85,4 persen dari anggaran Rp4,6 miliar, Kecamatan Tano Tombangan Angkola serapan APBD-nya mencapai 85,4 persen dari anggaran Rp2,2 miliar, Batang Angkola mencapai 83,7 persen dari Rp5,1 miliar, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan 83,6 persen dari Rp5,9 miliar, Kecamatan Arse 82,9 persen dari Rp2,5 miliar, SDH 82,8 persen dari Rp3,6 miliar, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan 81,1 persen dari Rp11,7 miliar, Angkola Selatan 80,9 persen dari Rp3 miliar dan Kecamatan Angkola Timur 80,8 persen dari Rp3,4 miliar.

Baca Juga :  Baru 3 Bulan Menikah Selalu Kena Bogem Mentah

“Baru ada Sebelas SKPD, termasuk anggaran belanja langsung dan tidak langsung untuk kepala daerah dan wakil yang penyerapan APBD-nya sudah mencapai 80 persen,” tukasnya.

Dan untuk penyerapan APBD yang paling kecil diketahui berasal dari SKPD seperti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang pencapaiannya hanya 38,3 persen dari anggaran Rp5,9 miliar dan Dinas Pekerjaan Umum pencapaian penyerapannya baru 48,7 persen dari anggaran APBD terbesar kedua setelah Dinas Pendidikan sebanyak Rp112,9 miliar.

“Jadi dari jumlah APBD 2014 sebesar Rp925,3 miliar, realisasi belanja langsung dan tidak langsung hingga 11 November 2014 baru sebanyak Rp611,2 miliar atau pencapaiannya sebesar 66 persen,” jelasnya.

Ungkapnya lagi, walaupun serapan APBD masih rendah, diusahakan pada akhir tahun nanti sudah dapat terealisasi dan berjalan sesuai yang diharapkan.

“Paling tidak sebelum akhir tahun nanti, serapan APBD dari masing-masing SKPD sudah dapat terealisasi sesuai dengan target yang diharapkan,” pungkasnya. (ran/yza)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*