Serba-serbi UN; Dikibulin Kunci Jawaban UN Palsu

www.okezone.com

Siswa SMP menjalankan (UN). (Foto: Koran SI)

JAKARTA – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP sederajat di DKI Jakarta, kemarin diwarnai dengan beredarnya pesan singkat atau short messages service (SMS) kunci jawaban palsu.

Kunci jawaban tersebut diterima peserta UN di SMPN 19 Jakarta Selatan, yang juga merupakan gudang penyimpanan soal untuk subrayon 09 DKI Jakarta. ”Yang terima SMS teman saya. Nggak tahu dari siapa,” ujar salah seorang siswa SMPN 19 Jakarta berinisial FN, kepada wartawan, kemarin. SMS yang diduga kunci jawaban soal UN untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia ini beredar sejak pagi, sebelum waktu pelaksanaan UN dimulai.

Mendapat SMS tersebut, karuan saja membuat para siswa bingung antara percaya dan tidak percaya. Dalam kondisi bimbang itu, sejumlah siswa menyalin kunci jawaban dalam secarik kertas kecil, lantaran tidak diperbolehkan membawa masuk benda apapun ke ruang ujian, termasuk telepon seluler. FN yang mengaku ikut menyalin SMS tersebut mengaku, tidak percaya begitu saja.

Untuk memastikan kebenarannya, saat UN berlangsung, FN terlebih dahulu mengerjakan seluruh soal Bahasa Indonesia sesuai dengan keyakinannya. Setelah semua soal terjawab, FN mencocokkan dengan kunci jawaban yang telah dia salin dari SMS tersebut. FN menyatakan, kunci jawaban yang telah dia salin dari SMS gelap tersebut berbeda dengan jawaban yang dia isi pada lembar jawaban.

”Kunci jawabannya banyak yang nggak benar. Kalau kita ngikutin malah tambah ngaco,” ujarnya. Koordinator Pemantau Independen subrayon 19 DKI Jakarta, Noor Suryaningsih mengaku, belum menerima laporan adanya kebocoran soal atau beredarnya kunci jawaban selama UN hari pertama. Menurut Noor, selama UN berlangsung dia belum melihat adanya kejanggalan yang dilakukan oleh para peserta UN.

Baca Juga :  Hutan Bukit Barisan Terancam Kritis, diperkirakan kerugian Rp 4 Milyar Per Tahun

”Paling siswa hanya minta izin untuk ke toilet. Kalau ada sesuatu,biasanya pemantau independen akan segera menghubungi,” tuturnya. Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto yang melakukan sidak ke subrayon 19 DKI Jakarta membantah adanya kebocoran soal atau beredarnya kunci jawaban.”Mogamoga tidak ada,” ungkapnya.

Menurut Prijanto, pelaksanaan UN telah berjalan sesuai rencana. Kedatangan soal dari percetakan ke gudang penyimpanan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. ”Soal-soal yang diterima di rayon lengkap dan dalam keadaan tertutup,kemudian langsung disimpan di gudang dengan pintu disegel. Segel baru dibuka pukul 05.00 WIB yang disaksikan oleh pemantau independen,” imbuhnya.

Mengenai angka kelulusan UN SMP,Prijanto menargetkan 100%. Tahun lalu, tingkat kelulusan UN SMP mencapai 99,81%. SMS yang berisi jawaban UN juga beredar di Bogor. Evi, peserta UN mengaku, meski siap menghadapi soal ujian, namun dengan adanya penyebaran kunci jawaban melalui SMS itu sempat membuatnya bingung.

”Iya jadi nggak pede, padahal jauh-jauh hari sudah serius belajar mempersiapkan UN yang bakal dihadapi. Namun, setelah merebaknya isu serangan fajar kunci jawaban, lumayan bingung,” tuturnya, saat ditemui usai pelaksanaan UN di SMPN 1 Kota Bogor.

Ketua Tim Pemantau Independen UN Kota Bogor Bibin Rubini menegaskan pada hari pertama pelaksanaan UN belum ada indikasi penyelewengan atau penyebaran kunci jawaban via SMS.

”Meskipun ada hanya indikasi kesalahan teknis. Maksudnya soal yang tidak bisa dibaca oleh peserta UN dan ada halaman yang tidak lengkap,” ujarnya saat memantau pelaksanaan UN di SMPN 1 Kota Bogor.

Baca Juga :  Camat Hulu Sihapas cabuli TKS?

Sementara itu, untuk mengantisipasi kecurangan dalam UN di Kota Depok, panitia dan tim pengawas independen memperketat pengawasan. Sebelum masuk ke lokasi ujian, panitia memeriksa perlengkapan ujian dan saku para peserta ujian. Selain itu, saat ke kamar mandi para siswa juga didampingi petugas.

Hal itu untuk mencegah terjadinya kerja sama dan praktik kecurangan yang mungkin dilakukan para siswa di dalam kamar mandi. Di Jakarta Selatan, sekitar 79 siswa tidak mengikuti UN karena sakit. Kepala Seksi SMP Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Selatan Murhanuddin mengatakan, seluruh siswa yang tidak mengikuti UN kemarin bisa mengikuti UN susulan yang dilaksanakan Senin (5/4) hingga Kamis (8/4). Sedangkan untuk siswa MTs, UN susulan dijadwalkan Senin (19/4) hingga Jumat (23/4). ”Tapi mereka tetap harus membawa surat keterangan dari dokter,” ujarnya. (ahmad baidowi/haryudi/ a fajrihidayat/helmi syarif)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*