Seribu Kali Ketua Banggar Diganti Tak Akan Berubah

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung menilai pergantian Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR tidak akan mampu menghilangkan korupsi di Banggar. Menurut dia, permasalahan di Banggar bukan pada anggota di dalamnya, namun pada sistem.

“Pergantian personel Banggar tidak akan menghasilkan perubahan yang signifikan kalau kemudian tidak ada perbaikan sistem di Banggar sendiri. Jadi mau diganti seribu kali pun enggak akan berpengaruh,” kata Pramono di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/8/2012).

Sebelumnya, Fraksi Partai Golkar resmi mengganti Ketua Banggar dari Melchias Markus Mekeng ke Ahmadi Noor Supit. Rotasi itu akan aktif di masa sidang mendatang yang dimulai 16 Agustus 2012.

Pramono mengatakan, perlu ada pengontrol di internal DPR. Dia menyoroti soal pembahasan anggaran. Dahulu, kata dia, semua usulan pemerintah harus mendapat persetujuan komisi baru dibawa ke Banggar.

“Terakhir kan komisi mengikuti Banggar karena memang kewenangan awal di pemerintah. Praktis hampir 95 persen yang menyusun (anggaran) kan pemerintah. Begitu masuk ke Banggar, hanya tambah kurang saja tetapi tidak merubah struktur secara keseluruhan,” ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti diberitakan, Banggar tengah disorot setelah berbagai kasus korupsi terungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kasus dugaan korupsi itu diantaranya suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah, proyek wisma atlet SEA Games, dan suap dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah.

Baca Juga :  Jelang Vonis Baasyir - Kapolda: Jika Diserang, Kami Siap Balas

Beberapa anggota Banggar terjerat diantaranya M Nazaruddin (kini telah dipecat sebagai anggota DPR) dan Zulkarnaen Djabar. Jajaran pimpinan Banggar juga disebut-sebut terlibat.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*