Serikat Rakyat Miskin Tolak Kenikan TDL

Puluhan massa yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kota Medan, Kamis (8/7), berunjuk rasa di Kantor Gubernur Sumut. Massa yang membawa peralatan dapur, dalam aksinya meminta Gubernur Sumut Syamsul Arifin menyampaikan harapan rakyat Sumut yang menolak Tarif Dasar Listrik (TDL) naik 10 persen.

Pimpinan aksi SRMI Kota Medan Rahmad Dian Harahap bersama Elbiando Lumbantobing menjelaskan, sikap pemerintah menaikkan TDL, jelas tidak berpihak kepada penderitaan rakyat miskin.

“TDL naik, memang tidak berpengaruh kepada rekening listrik rakyat miskin yang rata-rata memakai daya 450 Volt Ampere. Tapi, dampak kenaikkan TDL itu, menyebabkan harga-harga semakin tak terjangkau bagi ekonomi rakyat miskin,” teriak Rahmad.

Selain menolak TDL, massa SRMI Kota Medan juga meminta pemerintah membatalkan pencabutan subsidi BBM, serta mendesak prioritas APBN kepada program sosial dan sekor produktif seperti pendidikan dan kesehatan.

Aksi itu mendapat pengawalan cukup ketat dari aparat kepolisian. Namun, sampai satu setengah jam aksi berlangsung, tak satu pun pejabat yang bertindak mewakili Pemprov Sumut datang menyahuti aspirasi massa.

Naiknya TDL ini diyakini akan membuat harga kebutuhan pokok lainnya akan ikut naik. Kondisi ini tentu akan menambah beban warga miskin. Bukan hanya warga miskin, warga yang kehidupannya berada pada level menangah pun akan mengalami dampaknya.

Sumber: http://batakpos-online.com/content/view/15373/56/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jelang Natal, Sumut harus kondusif

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*