Sering Disiksa Tentara Malaysia, Merasa Terancam, Nelayan Siap Perang

Tidak adanya tindakan tegas dari Ditpolairdasu dan TNI AL terhadap kebringasan tentara Malaysia di perairan Indonesia khususunya Perairan Belawan, membuat seluruh lapisan masyarakat nelayan di Belawan merasa gerah dan siap melakukan perlawan fisik.

“Kita sudah tidak tahan terus siksa tentara Malaysia. Kalau memang tidak ada juga penyelasian terhadap kemanan nelayan di wilayah perairan Indonesia, kalau gini nelayan siap untuk perang melawan mereka yang menguasai wilayah perairan kita,” tegas ketua HNSI Medan, Zulfahri Siagian didampingi nelayan korban penjarahan tentara Malaysia, Senin (21/3).

Dijelaskannya, selama ini nelayan cukup sulit mencari nafkah di laut dengan tantangan badai ataupun tantangan alam yang tidak diduga, kalau mengenai masalah keamanan tidak juga dapat dilakukan aparat, maka nelayan juga siap meminta pertanggungjawaban kepada Malaysia. “Kita juga siap untuk menurunkan massa ke Konjen Malaysia untuk melakukan aski dengan meminta pertanggung jawaban,” tegas Zulfahri lagi di kantor HNSI Medan di Belawan.

Keberingasan tentara Malaysia di perairan perbatasan kembali terjadi Minggu (20/3) sore terhadap kapal penangkap ikan KM Agus I dengan alat tangkap pancing tunda di tekongi oleh Normansyah (56) bersama 3 orang awaknya, Anto (33), Dedek (28) dan Agus (28) warga Lorong Melati Belawan. Kejadian itu dialami nelayan asal Belawan ini pada saat melakukan pencarian ikan di perairan 40 Mil dari Pantai Belawan.

Baca Juga :  Masyarakat Medan Diguncang Isu Baku Tembak dan Perampokan

Mereka didatangi oleh tentara Malaysia dengan menggunakan kapal dengan nomor lambung 14, tentara Malaysia yang dilengkapi senjata api itu langsung meminta kepada tekong kapal untuk keluar dari kapal dan naik ke kapal tentara Malaysia, di atas kapal Malaysia Normansyah selaku tekong dikatakan bersalah telah memasuki perairan Malaysia, padahal sesuai dengan petunjuk GPS mereka berada di perairan Malaysia.

Karena ditodongkan senjata api, dengan pasrah Normansyah hanya bisa diam melihat dua tentara naik kekapalnya dan memerintahkan ABK kapalnya untuk menaikkan ikan hasil tangkapan ke kapal Malaysia, tak hanya disitu, alat pancing tunda milik nelayan asal Belawan ini pun dibuang ke laut. setelah mengabil ikan tongkol sebanyak 400 kilogram, Normansyah disuruh kembali kekapalnya dan tentara Malaysia itu pergi meninggalkan mereka. “Padahal kami masih diperairan Indonasia, kami sering nangkap ikan kesana, tapi entah kenapa mereka ngaku itu wilayah mereka, kalau kami tak melawan katanya mau di bawa ke Malaysia,” kata Normasyah kepada ketua HNSI Medan.

Sebelumnya, Danlantamal Laksamana Pertama TNI Amri Husaini mengatakan, pihaknya telah membentuk tim dan akan melakukan patrolis rutin dan akan melakukan pengawasan terhadap pengamanan laut. “Kita akan segera tindak bentuk teror bagi nelayan baik itu perompakan,’ katanya yang dikonfirmasi sebelumnya. (ril) – (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Masa Tanggap Darurat Gunung Sinabung Diperpanjang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*