Setoran Parkir Kota Siantar Jutaan Rupiah Masuk Kantong Pejabat Dishub

16028729acc9ac1f2f185a28cc6535b23fc0f015 Setoran Parkir Kota Siantar Jutaan Rupiah Masuk Kantong Pejabat Dishub
PARKIR DI ATAS TRATOAR: Para pengguna jalan terpaksa berjalan di badan jalan raya dikarenakan tratoar yang berada di Jalan Sutomo berubah fungsi menjadi lahan parkir, Senin (30/4). (Foto: LAZUARDY FAHMI)

SIANTAR– Kepala UPTD Parkir Kota Siantar AS Sitorus menyebutkan, empat titik lokasi parkir di Jalan Merdeka menghasilkan uang sekitar Rp280 ribu per hari. Sementara fakta di lapangan, Jalan Merdeka bisa dihasilkan setoran Rp1,67 juta per hari. Kuat dugaan, jutaan rupiah setoran parkir setiap hari masuk kantong pribadi pejabat Dishub. Setoran parkir juga diberikan tanpa kwitansi.

Berdasarkan pengakuan petugas parkir dan perhitungan METRO, setiap hari Jalan Merdeka bisa menghasilkan uang sekitar Rp1.670.000 dari parkir mobil saja. Ada enam titik lokasi parkir di jalan protokol ini. Sekira pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB, METRO berada di enam titik lokasi ini, tak satu pun petugas memberikan karcis parkir kepada setiap pemilik mobil.

Enam titik lokasi parkir ini antara lain, batas Diponegoro-Jalan Surabaya petugas parkir menyetor Rp225 ribu, dari Jalan Surabaya-Bandung setoran Rp115 ribu, kemudian Jalan Bandung-Wahidin setoran Rp140 ribu, Jalan Wahidin-Pasar Horas Rp460 ribu, antara Pasar Horas-STIH Yayasan Nasional Indonesia Rp550 ribu dan STIH Yayasan Nasional Indonesia hingga Kantor Dinas Pendidikan Rp180 ribu.

Jalan Diponegoro hingga Jalan Surabaya muat 25 mobil. Panjaitan, seorang petugas parkir, mengaku menyetor kepada oknum berinisial JS sebagai ketua lokasi, sekitar Rp75 ribu per hari. JS inilah yang menyetor kepada petugas Dishub setiap hari. Setoran mereka berikan tanpa kwitansi pembayaran. “Ada tiga anak buah JS di sini, masing-masing setoran sama JS. JS sendiri kadang ikut juga jaga parkir. Kalau gaji kami ya, sisa dari yang kami dapat setiap hari, itulah yang menjadi gaji kami,” jelasnya.

Selanjutnya, Jalan Surabaya dan Jalan Bandung muat sekitar 30 mobil, dengan jumlah petugas parkir yang terdapat di lokasi ini sebanyak empat orang. Salah satu petugas parkir di sana menyebutkan, mereka menyetorkan sekitar Rp115 ribu per hari kepada petugas pengutip dari Dishub. Menurutnya, target ini setiap hari harus terealisasi, baik situasi hujan atau tidak. Untuk gaji mereka diambil dari sisa atau lebih yang mereka dapatkan setiap hari. Pengakuannya, dalam satu hari bisa membawa pulang uang ke rumah sekitar Rp60 ribu.

Sementara Jalan Bandung hingga Wahidin muat sekitar 22 mobil dengan empat petugas juru parkir yang berada di kiri dan kanan jalan. Selain mobil para petugas jukir ini juga memungut parkir sepedamotor pada kanan jalan. S Marpaung, petugas jukir di sana tidak mau menyebutkan setoran yang dia berikan setiap hari kepada petugas pengutip dari Dishub ini. “Lebih baiklah tanya langsung sama pejabat Dishub, berapa yang disebutkan dari kantor, segitulah setoran saya. Kalau yang sebelah kanan itu, tidak termasuk setoran Jalan Merdeka,” katanya.

Baca Juga :  ESPN: Okto Layak Main di Eropa

Sementara Jalan Wahidin hingga Pasar Horas merupakan parkir roda dua. Pengakuan salah satu petugas parkir di sana, lokasi ini merupakan lahan basah, jatah dua orang petugas parkir. Saat mereka memberikan uang kepada petugas Dishub, tanpa disertai kwitansi.

“Saya setoran satu hari Rp230 ribu kepada petugas Dishub bermarga Tambunan. Kalau yang bisa saya bawa pulang ke rumah sekitar Rp100 ribu, kadang kurang-kurang sedikitlah. Kalau kawan itu saya tidak tahu, ” jelasnya.

Selanjutnya, Pasar Horas hingga STIH YNI (Yayasan Nasional Indonesia), parkir di lokasi ini muat sekitar 45 mobil. Petugas parkir bermarga Sinaga menyebutkan, di lokasi ada lima petugas parkir. Dia sendiri diwajibkan setoran Rp205 ribu setiap hari. Sementara empat kawannya lagi dibebankan setoran antara Rp135 ribu hingga Rp80 ribu, di mana semakin kecil  hingga ke STIH YNI.

“Setiap sore petugas bermarga Silitonga datang, sama dialah kami kasih langsung uang itu. Tidak pernah ada tanda terima uang dalam bentuk apapun. Tidak ada ketua kami di sini, semua langsung setor sama Silitonga, dia memakai seragam Dishub,” jelasnya. Sementara STIH YNI hingga kantor Dinas Pendidikan, muat 23 unit mobil. Ada tiga petugas parkir yang bertugas disana. Mereka berseragam kuning keemasan. Pengakuan petugas parkir, setoran mereka kepada petugas pengutip Dishub untuk lokasi ini sekitar Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per hari.

“Tidak ditetapkan itu, tergantung situasi dan kondisi, kadang Rp60 ribu, kadang Rp80 ribu,” katanya seraya pergi meninggalkan METRO.Empat Titik, Setoran Rp280 ribu per hari Kepala UPTD Parkir Kota Siantar AS Sitorus saat ditemui di ruangannya menyebutkan, petugas parkir di Jalan Merdeka merupakan petugas-petugas lama. Kepada petugas ini dibebankan setoran setiap hari sesuai perjanjian yang telah disepakati antara mereka dengan Dishub Kota Siantar.

Baca Juga :  M Hidayat wujudkan masyarakat agamis

“Petugas parkir di Jalan Merdeka ada empat orang, setorannya sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per hari, tidak merata. Dasar setoran sesuai taksiran dari Dishub, berapa layaknya lokasi itu, tidak mungkin sama satu lokasi dengan yang lain. Setelah sepakat, dibuatkan perjanjian dengan petugas parkir itu,” jelasnya. Dikatakan, setiap hari petugas dari Dishub akan melakukan pengutipan kepada petugas parkir yang ada di sana, kecuali hari libur keagamaan, hari libur biasapun, petugas parkir tetap memungut parkir. Namun kata dia, jika hari hujan, petugas parkir ini diberikan keringanan.

“Ada karcis kita berikan sama petugas itu. Kita selalu anjurkan kepada pemilik kenderaan agar meminta karcis kepada petugas parkir,” katanya. Menurut Sitorus, sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Parkir. Daerah yang termasuk parkir yang ditangani Dishub, yaitu parkir di pinggir jalan umum yang memakai bahu jalan. “Kalau parkir dalam seperti di depan bank BCA, Niaga, BNI, dan bank lain yang ada di Jalan Merdeka, bukan kita yang tangani. Kalau yang seperti itu biasanya langsung berhubungan dengan Dispenda,” jelasnya.

Dikatakan Sitorus, sama hal dengan Jalan Merdeka, parkir Jalan Sutomo, juga mereka yang menangani. Setoran terbesar dari Jalan Sutomo berasal dari batas Jalan Surabaya hingga Jalan Diponegoro, termasuk depan toko roti Ganda. Sesuai kesepakatan yang telah mereka buat, dari lokasi ini diwajibkan masuk setoran Rp800 ribu per hari. (ral)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*