SHI Pertanyakan Status Lahan KUD Serba Guna

Truk saat di Pabrik Kelapa Sawit Huta Lombang sedang mengangkut TBS eks KUD serbaguna, sekitar pukul 17.00 Wib,tanggal 06/7/2014 lalu. (Photo dokumentasi SHI Tabagsel)
Truk saat di Pabrik Kelapa Sawit Huta Lombang sedang mengangkut TBS eks KUD serbaguna, sekitar pukul 17.00 Wib,tanggal 06/7/2014 lalu. (Photo dokumentasi SHI Tabagsel)

Palas | AKS,  Suara Hukum Indonesia (SHI) Wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) mempertanyakan Status Lahan KUD Serba Guna serta status kepemilikan lahan yang terletak di wilayah Desa Parsombahan, Kecamatan Lubuk Barumun tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Palas).,

“Kita meminta petunjuk kepada Bupati Palas, tentang status lahan KUD Serba Guna yang terletak di Desa Parsombahan,” kata Syamsuddin Sianturi kepada RAKYAT, Selasa (22/7).

Menurut Syamsuddin Sianturi, Perjanjian pola PIR tertanggal 9 April 1998 Akta Notaris  Indra Syarif Halim SH. Nomor 06 tidak pernah ada realisasi kepada warga masyarakat.

Sebutnya, SHI Wilayah Tabagsel sudah pernah menyurati Dinas Kehutanan Kabupaten Palas, prihal klarifikasi pengusaan lahan KUD Serba Guna yang statusnya masih dalam titipan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan sebagai barang bukti,  dengan registrasi perkara nomor Pdm-205/Ep.2/psp/07/2010.

Ditambahkannya, bahwa sekarang lahan tersebut dikuasai oleh pihak Elli Irwan Harahap CS dan mantan Kepala Desa Parsobahan, Luddin Pulungan yang statusnya sekarang adalah sekretaris desa Parsobahan. Karena sewaktu mereka melakukan investigasi dilapangan, mereka mendapatkan temuan berupa truk yang mengangkut TBS yang diduga dari lahan KUD Serba Guna dan mendokumentasikannya, akan tetapi supir truk keberatan dan saat itu berusaha menghubungi Luddin Pulungan. Akan tetapi Luddin Pulungan yang ditunggu tidak datang-datang.

Baca Juga :  Administrasi Pemko Padangsidimpuan Tidak Tertib

Kemudian, setelah itu Samsuddin Sianturi melihat Hpnya ada panggilan tak terjawab dua kali dan dua sms yang mengaku pemilik barang (Elly) dengan nomor hape 081262292722 dan mengancam SHI yang isi pesan pertama berisi, ’’terang terangan aja pak, status bapak sebagai apa dan tugas bapak apa,  jangan jadi banci pak, jadilah jantan yang sejati jangan jadi pengecut, mobil itu bawa harta saya bukan harta curian atau harta nenek moyangmu’’.

Kemudian pesan kedua yang isinya, ’’pak sianturi jangan terlalu maju, nanti ga enak kita pak saya keberatan bapak memfoto-foto mobil kami, emang yang dibawanya apa barang curian, atau ada barang bapak yang hilang, yang dia bawa aku ingatkan sama bapak ya jangan membuat supirku resah yang akhirnya membuat hubungan kita masalah besar”.

Ketika RAKYAT berusaha menghubungi nomor  hape 081262292722 yang diduga milik Elli Irwan, Selasa (22/7), nomor yang dituju aktif akan tetapi ditolak. Kemudian sms yang ditujukan juga tidak ada balasan.

Penulis : Sahat Gemayel Lubis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Aneh hukum di negeri Nusantara ini. Eli Irwan Harahap warga Rantauprapat 3 thn lalu divonis bersalah menduduki kawasan hutan negara eks Register-40, menjalani hukuman penjara di Lapas Salambue Kec. Psp Tenggara. Dan BB (barang bukti) ribuan Ha kebun sawit liar disita. Kok orang bersalah keluar penjara masih bisa kuasai kembali BB kejahatannya? Apa kinerja Polres Tapsel, Kacabjari Sibuhuan dan Pemkab/Dishutkab Palas yg terima amanah negara titipan Pengadilan?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*