Siap Melatih Anak Balita Berpuasa?

Bulan Ramadhan tiba. Waktunya bagi orangtua untuk memanfaatkan bulan penuh berkah ini bukan sekadar mengajak anak ikut berpuasa, tapi melatihnya beribadah. Bagaimana untuk balita, Anda siap melatihnya berpuasa?

Mengajarkan berpuasa pada anak usia dini bukan lah perkara mudah, tapi bukan berarti orangtua tak bisa menjawab tantangan ini.

Dalam bukunya berjudul 10 Kiat Ayah Siapkan Anak Prasekolah Berpuasa, Irwan Rinaldi, penggagas komunitas Ayah untuk Semua menuliskan menganjurkan anak ikut berpuasa ibarat menabur benih di sawah. Hasilnya tidak dapat dipanen seketika, tapi kita harus menunggunya beberapa saat di kemudian hari. Orangtua harus menyuntikkan kesabaran ekstra pada dirinya.

Menurutnya melatih anak balita untuk berpuasa punya tujuan utama, yakni mempersiapkan anak untuk mencintai dan menyenangi semua bentuk ibadah yang diperintahkan Tuhan kepadanya.

“Bukankah satu kegiatan yang kita cintai akan selalu diusahakan untuk dilakukan, sesibuk apa pun. Atau, jika kita mencintai sesuatu, pasti kita bersedia berkorban untuknya. Dengan mencintai Allah SWT, anak akan mencintai dan bersedia berkorban untuk semua yang diperintahkan Allah SWT. Jadi, yang penting bukan hasil, melainkan lebih kepada rasa cinta atau rasa suka yang hendak kita tumbuhkan,” katanya.

Irwan mengatakan, masalah puasa bagi anak usia dini memang sesuatu yang baru dan berat. Maka, ikut berpuasa bagi mereka bukan lah kewajiban, tapi semacam latihan atau uji coba.

Baca Juga :  Presiden Lamban Bereskan TKI hingga Nazaruddin

Melatih balita berpuasa, katanya, juga bukan untuk gagah-gagahan atau mendapat pujian orang lain. Sebaiknya orangtua tidak memberikan target berpuasa pada balita. Pastikan juga tidak ada kekerasan dan ancaman saat melatih balita berpuasa.

“Biarlah anak-anak berbuat dengan sekuatnya, asalkan kita selalu memberi dorongan tanpa henti,”sarannya.

Karenanya kekompakan orangtua dan anggota keluarga lainnya yang sudah dewasa menjadi penting dalam proses latihan ini. Semua harus satu suara. Jadi sebisa mungkin bangun kekompakan ini karena pasti ada saja anggota keluarga yang tidak tega, tidak setuju, dan sebagainya./KOMPAS.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*