Sidang Anggodo – Saksi: Yang Belum Kebagian Cuma Antasari

1301068620X310 Sidang Anggodo Saksi: Yang Belum Kebagian Cuma Antasari
Anggodo Widjojo memenuhi panggilan Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah atau sering disebut Tim Delapan di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (5/11). Kedatangan Anggodo untuk mengklarifikasi dugaan pelemahan instusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan oleh dirinya pasca pemutaran rekaman penyadapan telepon miliknya oleh Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.

Sidang terdakwa Anggodo Widjojo kembali digelar dengan agenda memeriksa keterangan saksi Edi Soemarsono di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (8/6/2010).

Dalam kesaksiannya, Edi mengaku tidak tahu adanya aliran dana Rp 6 miliar dari kakak Anggodo, Anggoro, ke Ary Muladi untuk 12 penyidik KPK, Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja dan pimpinan KPK, M Jasin dan Bibit Samad Rianto.

Ia hanya mengetahui soal itu dari mulut Anggodo dan Ary. Dari mulut Anggodo di ruang jaksa Irwan Nasution, Edi tahu bahwa tujuan penggelontoran dana bermiliar-miliar itu adalah agar menghentikan kasus proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) yang melibatkan Anggoro dan mencabut pembekuan aset perusahaan Anggoro, PT Masaro, serta mencabut cekal Anggoro.

Dari mulut Anggodo, Edi tahu bahwa mantan Ketua KPK Antasari belum mendapatkan jatah. Dalam komunikasi antara Edi dan Ary, kedunya menggunakan istilah-istilah tertentu. Kedunya memanggil Antasari dengan panggilan Si Kumis. “Katanya Rp 6 miliar sudah diberikan. Yang belum kebagian Si Kumis saja, yaitu Antasari,” kata Edi.

Namun, Edi mengaku tidak tahu apakah Ary benar-benar menyampaikan uang itu ke pimpinan KPK atau tidak. “Saya tidak tahu, kapan uang diserahkan terdakwa ke Ary. Cuma dengar dari terdakwa dan Ary,” ujarnya. (Acos)

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2010/06/08/1809098/Saksi.Yang.Belum.Kebagian.Cuma.Antasari-3

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Bom Solo - Jenazah Pelaku Bom Solo Tiba di RS Polri

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*