Sidang Dugaan Korupsi Alkes RSUD Gunung Tua – Walikota Sidimpuan dan Bupati Paluta Bersaksi

MedanBisnis – Medan. Walikota Padangsidimpuan Andar Harahap dan ayahnya Bachrum Harahap yang merupakan Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), bersaksi dalam sidang dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD Gunung Tua pada tahun 2012. Keduanya menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (18/3), dengan terdakwa Naga Bakti Harahap (Direktur RSUD Gunung Tua), Rahmad Taufik Hasibuan (pejabat pembuat komitmen), Hendry Hamonangan Daulay (Bendahara RSUD Gunung Tua), dan Rizkyvan Tobing (rekanan).

Andar Harahap membantah menerima uang Rp 620 juta dari pengusaha Ridwan Winata terkait pengadaan alkes di RSUD Gunung Tua, sebagaimana disebutkan jaksa penuntut umum (JPU) di dalam dakwaan para terdakwa. Ditegaskannya, pada 2012 dia belum menjadi Walikota Padangsidimpuan, melainkan kepala seksi mutasi di Pemkab Paluta.

Sedangkan Bupati Paluta Bachrum Harahap dalam kesaksiannya menyatakan dirinya hanya mengajukan permohonan anggaran untuk pengadaan alkes di RSUD Gunung Tua ke Pemprovsu karena proyek tersebut menggunakan dana Bantuan Daerah Bawahan Perubahan (BDB-P) dan APBD-P Provsu pada 2012.

Menurut Bachrum, setelah anggaran turun dari Pemprovsu sebesar Rp 10 miliar dia tidak tahu lagi karena pelaksanaan proyek itu telah dikuasakannya kepada Direktur RSUD Gunung Tua, Naga Bakti Harahap.

Selain Andar, juga disebut Naga Bakti Harahap menerima Rp 400 juta, Rahmat Taufik Hasibuan Rp 70 juta dan Henry Hamonangan Daulay menerima Rp 89 juta.

Baca Juga :  Wow!! Masuk Final, Pemain Dapat Rp2,5 M

Andar kebagian fee proyek itu diduga karena dia anak kandung Bupati Paluta, Bachrum Harahap. (dewantoro)

Sumber: medanbisnis.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*