Sidang Lanjutan Mantan Kadis Kehutanan Tapsel – Saksi-saksi Paparkan Kepemilikan Kayu-kayu Eks PT.PLS

Padangsidimpuan, Sidang perkara dugaan pidana Pemalsuan Surat dengan register perkara  No. 200/Pid.B/2012/PN.Psp an. Terdakwa SS (mantan Kadis Kehutanan Tapsel) dan perkara No.  201/Pid.B/2012/PN.Psp an. Terdakwa   HJ (mantan pengelola IPK PT.PLS) yang saat ini telah disidangkan di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan  terus mengungkapkan fakta-fakta siap sesungguhnya pemilik kayu eks produksi IPK PT.PLS yang sebelumnya telah diklaim oleh Prianto dan Budianto (aseng Naga), ternyata dari keterangan saksi Tomsihar Silaen (mantan kuasa Direktur PT. PLS) yang merupakan saksi kunci perkara ini mengungkapkan bahwa Terdakwa HJ lah pemilik kayu-kayu hasil produksi IPK PT. PLS yang ia jalankan bahkan menurut Tomsihar seluruh biaya operasional pengurusn izin IPK, operasional produksi tidak sepeserpun ada uang Prianto ataupun uang Budianto (Aseng Naga), melainkan uang HJ termasuk membayar pajak kenegara (PSDH-DR/RD) dan HJ   menanggung biaya itu semua karena adanya perjanjian yang dbuat oleh Aseng naga sendiri dengan HJ namun setelah kerja keras itu sudah hamping rampung namun  Aseng Naga mencoba mengambil alih usaha tersebut dengan cara  membatalkan Perjanjian dan kuasa Direktur yang juga diberikan kepadanya.”Benar pak Hakim, yang membiayai seluruh pengurusn izin-izn IPK PT. PLS maupun seluruh biaya produksi maupun pembayaran pajak kenegara adalah uang milik Harry Jusman bukan Budianto ataupun uang Prianto dan Harry Jusman mebayar seluruh biaya itu karena adanya Perjanjian No. 361 tahun 2008 dimana intinya HJ dibebankan membayara seluruh kegiatan maupun izin serta pajak Negara atas izin IPK PT. PLS bahkan berdasarkan Perjanjian itu Harry Jusman berhak mempergunakan dan memilik seluruh hasil produksi IPK.PT.PLS tanpa persetujuan Budianto yang saat itu selaku Direktur PT.PLS, namun Budianto mencoba mengambil hasil jerih payah HJdan dirinya tersebut dengan cara berusaha membatalkan Perjanjian sepihak yang dibuatnya” ujar  Tomsihar Silaen didepan persidangan Pengadilan Negeri Padangsidimpuan saat ditanya Majelis Hakim yang diketua Faisal, SH., MH pada sidang hari Selasa (3/7)  sekira pukul 16.20 WIb.
Selain itu, Pensehat Hukum HJ yakni Irvan hakim Harahap dari kantor Hukum Marwan Rangkuti dan Rekan menambahkan bahwa selain keterangan Tomsihar Silaen, bukti lain bhawa kayu-kayu yang diklaim milik Busianto ataupun Prianto adalah bohong belaka juga diperkuat adanya keterangan saksi mantan Kadis Kehutanan Kab., Tapanuli Selatan Ir. Syahgiman Siregar dimana Syahgiman menerangkan bahwa selama kegiatan produksi IPK PT. PLS tidak pernah mengenal Buadianto ataupun Prianto kecuali hanya Tomsihar Silaen dan harry Jusman bahkan Negara sendiripun menagih pajak atas hasil produksi kayu IPK PT. PLS  itu dibebankan  kepada HJ bukan kepada Budianto ataupun Prianto. “Prianto bersama Budianto (Aseng naga) diduga ingin “merampok”  hasil kerja keras pengelola IPK PT.PLS (HJ dan Tomsihar) dengan cara-cara kotor yakni membatalkan sepihak Perjanjian bulan Maret 2008 yang diperbuatnya sendiri dan juga membuat pengaduan dugaan rekayasa Pemasluan surat  agar dapat mengambil alih hasil produksi IPK PT.PLS  dan ini terbukti dari keterangan Tomsihar dan juga keterangan mantan kadis Kehutanan Tapsel yang sama sekali tidak pernah berurusan dan mengenal Aseng naga, sehingga fakta-fakta ini merupakan bukti bahwa seharusnyalah yang menajdi Terdakwa dalam perkara ini adalah Aseng Naga dan Prianto bukan HJ ataupun SS dan tindakan Aseng naga maupun Prianto sangatlah keji.”ujar Irvan dikantor hukum Marwan Rangkuti dan Rekan Jl. Perintis Kemrdekaan No. 16 B Padangsidimpuan pada wartawan Rabu (04/7) .

Sidang dalam agenda kesaksian itu terlihat Majels Hakim maupun Penunbtut Umum gencar melakukan pertanyaan terhadap Tomsihar Silaen yang merupakn saksi kunci,  dan Tomsihar Silaen selalu menajwab dengan lancar dan tegas setiap pertanyaan hakim tersebut. (Marwan Rangkuti – marwanrangkuti@rocketmail.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Rajin Temui Tokoh Adat - Kapolres Tapsel Cari Formula Kearifan Lokal

1 Komentar

  1. nampak kali Marwan Rangkuti pengacara hitam berkacamata kuda membabibuta beking klien. Yg kini disidang PN.Psp kasus pertama pemalsuan dokumen Pt. PLS, sementara dalam kasus kedua korupsi DR/PSDH dan penggelapan bank garansi IPK PLS -yg Selasa lalu Tim Kejatisu periksa Syahgiman, Herry Jusman dll di Ktr Kejari Psp, justru Tersangka utamanya direktur (managemen lama) anak perusahaan Mujur Timber Group, Tomsihar Silaen yg cairkan bank garansi sementara tunggakan setoran DR/PSDH milyaran rupiah mau secara licik dibuang ke pemilik PT..PLS yg baru. Yg jelas proses penegakan hukum perkara kedua tengah berlanjut, belum habis Syahgiman dan Herry Jusman jalani perkara pertama, perkara kedua udah nunggu. istilahnya bebas tampung. Silahkan berjuang sdr black lawyer, upayakan cepat Herry Jusman bisa bebas murni, supaya sebelum ditampung perkara kedua, Herry Jusman sempat ngekori induksemangnya Adelin Lis kabur keluar negeri.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*