Sidang Rekayasa Narkoba Di PN P.Sidimpuan: Saksi Labforkrim, Kasat Narkoba, Juper Polres Tapsel Menghilang

9854225db72c5b4e4cbaeaf359af24390a145de Sidang Rekayasa Narkoba Di PN P.Sidimpuan: Saksi Labforkrim, Kasat Narkoba, Juper Polres Tapsel Menghilang
- Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, “menyidangkan perkara sampah”.

Padangsidimpuan, Sidang perkara rekayasa fitnah Narkoba dengan terdakwa Saut Halomoan Sitorus yang dipaksakan Polres Tapsel untuk didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan (Psp) dan disidang Pengadilan Negeri (PN-Psp), akhirnya berbalik menjelekkan ke Polres Tapsel.  Saksi kunci, Kepala Labfor Cabang Medan, Kombes Pol. CH. Syafrian S, Pemeriksa Labfor Cab Medan, AKBP Kasmina Ginting, S.Si, dan Kompol Zulni Erna, Kasat Narkoba, AKP Sadar Nainggolan, Juruperiksa Penyidik Pembantu Bripka Hidayat Teja Sukmana, tak satu pun berani hadir memenuhi panggilan JPU untuk beri kesaksian mempertanggungjawabkan semua rekayasa manipulasi surat-surat dan data Berkas Perkara No. BP/16/XI/2010 tgl. 07 Oktober 2010.

Dari awal penangkapan, rekayasa kasus Saut Halomoan Sitorus sudah ditentang keras. Istri Saut Sitorus sudah 2 X adukan kasus Pores Tapsel c/q Kasat Narkoba ke Propam Poldasu. Beberapa kali Tim Propam Poldasu datang memeriksa ke Polres Tapsel, tapi hasilnya misterius nihil transparansi publik. Publikasi koran hal kasus rekayasa manipulasi fitnah tersebut sudah ramai diberitakan sejumah media cetak terbitan Medan.

Namun setelah Marwan Rangkuti, SH selaku penasehat hukum terdakwa Saut H. Sitorus melalui Majelis Hakim Tommy Manik, SH memerintahkan JPU Sabi’in, SH dan Ahmad Siregar, SH untuk menghadirkan ketiga elemen saksi kunci yaitu saksi Ka dan staf Labforkrim Medan, Kasat Narkoba dan Penyidik Pembantu Polres Tapsel, ternyata sampai panggian ke-2 untuk hadir di sidang PN-Psp pada Selasa 26 Apri 2011, JPU Sabi; in, SH yang juga Kasi Pidum Kejari Psp tidak becus menghadirkan para saksinya.

Baca Juga :  Timbun Minyak Tanah, 6 Rumah Terbakar Di Sidimpuan

Berbagai rekayasa manipulasi data berkas perkara terdakwa Saut Sitorus  sudah dimulai sejak penangkapan di luar wilayah hukum Polres Tapsel, hanya berdasar pengakuan paksa yang dipelintir dari kasus Napi Marihot Siregar. Berlanjut rekayasa penyitaan alat-bantu pemakaian narkoba yang hanya diketahui Kasat Narkoba, AKP Sadar Nainggolan, munculnya Barang Bukti baru 4 bulan setelah penangkapan yang ukuran beratnya 0,01 gram yang wujudnya tak jelas apa kristal sabu atau sisa pembakaran, dll rekayasa administrasi berkas perkara.

Sayangnya, kesemua data, fakta dan bukti adanya rekayasa manipulasi berkas perkara Pores Tapsel dan Kejari Psp tak bisa diungkap tuntas di persidangan PN-Psp. Kesemua saksi Polres Tapsel dan JPU Kejari Psp tak ada yang berani beri kesaksian jujur mempertanggungjawabkan perbuatan rekayasa manipulasi perkara terdakwa Saut Sitorus. Persidangn berlanjut ke Hari Selasa 03 Mei 2011.

Yang paling memprihatinkan, kesemua petinggi instansi penegak hukum terkesan menghindari kepatuhan pejabat negara pada azas transparansi publik era reformasi. Mulai dari Kapolres Tapsel, AKBP Subandriya, Kasat Narkoba Polres Tapsel, AKP Sadar Nainggolan, Kajari Psp, Indrasyah Johan Nasution, SH, Kasi Pidum Kejari Psp, Sabi’in, SH yang masing-masing dikirimi sms klarifikasi, semua kompak akukan gerakan tutup mulut alias adem ayem bungkem melempem.

Terakhir muncul kecaman pedas dari seorang aktifis pengamat hukum di Tabagsel, “Ini semua gara-gara Kejari Psp mau rela pasrah dicekoki berkas perkara sampah oeh Polres Tapsel, kini rasakan sendirilah pertanggungjawabannya di persidangan. Berbagai elemen pemuda dan masyarakat sedang memantau, dan siap adukan perkara sampah ini ke Komisi Kejaksaan dan Komisi Yudisial”, ketus sejumlah pemuda simpatisan Saut Sitorus ( Morniff )

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pembunuh Guru SD Muara Sipongi Tertangkap

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*