Sidimpuan komit berantas maksiat

Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan Sarmadhan Hasibuan menyatakan, pihaknya memiliki komitmen kuat untuk memberantas segala bentuk perbuatan maksiat di daerah ini.

“Pemko Padangsidimpuan di bawah kepimpinan Walikota  Zulkarnain Nasution memiliki komitmen kuat untuk memberantas segala bentuk kemaksiatan di daerah ini,” ucapnya, pagi ini.

Diakuinya, belakangan ini citra Kota Padangsidimpuan sempat ternoda akibat menjamurnya pondok-pondok yang diduga sering digunakan segelintir warga untuk berbuat maksiat. Seperti di kawasan Tor Simarsayang dan sekitar Jalan Sidimpuan By Pass.

“Jujur kami sangat malu dengan kenyataan tersebut, dan mungkin ini bagian dari kelemahan kami dalam mengawasinya. Tapi yakinlah, kami akan memperbaikinya. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak ada lagi pondok, kafe, penginapan, atau hotel yang memberikan kesempatan bagi warga berbuat maksiat,” katanya.

Saat ini, sebutnya, Pemko sedang merancang sebuah kesepakatan bersama dengan Muspida Plus dan MUI untuk bersama-sama melakukan pemberantasan maksiat dan jenis penyakit masyarakat lainnya.

Kepada seluruh masyarakat Kota Padangsidimpuan, Sekda Kota sangat mengharapkan dukungan dalam memberantas maksiat ini. Bukan hanya moril, tapi juga dukungan berupa tindakan. Dengan catatan tidak berbuat anarkis atau melanggar koridor hukum yang berlaku di negara kita.

Kepada para pengusaha kafe, penginapan, dan apapun jenisnya, Sekda Kota meminta kerjasamanya dalam pemberantasan maksiat. Karena di Kota Padangsidimpuan sudah ada aturan ataupun kesepakatan tentang penyediaan pondok atau tempat singgah bagi pengunjung.

Baca Juga :  Defisit 5 MW Membuat Listrik Sering Padam di Tabagsel

“Selain itu, Pemko sangat mengapresiasi gebrakan yang dilakukan Kapolres AKBP Andi Syahriful Taufik dalam memberantas maksiat di daerah kita ini. Polres telah membuktikan kepeduliannya atas kota ini,” ujarnya.

Aktivis dakwah Kota Padangsidimpuan Muhammad Asroi Hasibuan mengungkapkan dukungannya atas komitmen Pemko, Polres, dan Muspida Plus, dalam menertibkan segala tempat maksiat di daerah ini.

“Langkah dan komitmen Pemko serta Muspida Plus ini sudah sangat tepat. Karena bila tidak segera ditertibkan, yakin akan sulit mencari generasi muda yang berahklak di kota ini,” kata dia.

Asroi menilai, selain melakukan penertiban, Pemko juga harus lebih mengefektifkan pembinaan usaha dan penyuluhan sosial keagamaan terhadap para pengusaha kafe, warung penyedia pondok, dan penginapan atau hotel. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Kira-kira mana yang lebih parah dengan Judi seperti togel yang sepertinya sudah terang-terangan dan tidak diapa-apakan polisi saat ini?
    Kalau asal omong sih… semua juga bisa… jadi kalau mau dibenahi…. baiknya buat lokalisasi saja daripada tiap jangka tertentu selalu bicara seperti itu….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*