Sipirok Fokus Tingkatkan Sektor Pertanian

Peningkatan kapasitas dan kualitas sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu prioritas rencana pembangunan di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Hal ini sesuai dengan hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sipirok, yang digelar Kamis (24/2), di Balai Desa Pasar Sipirok.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sipirok, Drs Anwar Efendi, kepada METRO, Jumat (25/2) mengatakan, Kecamatan Sipirok masih memprioritaskan peningkatan sektor pertanian sebagai salah satu mata pencaharian warga secara keseluruhan. Di samping rencana pembangunan sektor lainnya, seperti perbaikan infrastruktur jalan jembatan, irigasi fasilitas sarana-prasarana kesehatan, peningkatan kebersihan, dan kesehatan lingkungan.

“Rencana pembangunan ke depan sesuai dengan hasil musyawarah adalah masih memprioritaskan pembangunan sekrtor peranian, dengan sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat secara merata karena sektor pertanian  lebih banyak banyak menyentuh warga di wilayah ini,” katanya.

Ditambahkannya, begitu banyaknya usulan dari berbagai desa yang menitikberatkan pada pembangunan sektor pertanian tersebut tentunya sudah sesuai dengan program yang sudah direncanakan Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu.
“Pada musyawarah itu, kita juga menekankan agar ke depan peserta musrenbang jangan hanya fokus dengan usulan pembangunan fisik saja, tetapi harus memperhatikan sektor non fisik. Sebab, masih banyak potensi pembangunan non fisik yang harus digali dan diangkat ke permukaan dan dikembangkan, sehingga dapat mendobrak peningkatan sektor perekonomian warga, seperti kerajinan tembikar, budidaya rotan dan sektor pariwisata. Itu semua sangat erat kaitannya dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat k edepan,” terangnya.

Baca Juga :  Angkutan Umum Dalam Kota dan Pedesaan Protes - Jalinsum Psp-Sibolga Diblokir Dua Jam

Turut hadir dalam musrenbang, tim dari tingkat II Pemkab Tapsel, yakni perwakilan Bappeda, Dinas  PU Tapsel, Dinas Tarukim Tapsel, Satpol PP, muspika, 36 kepala desa dan 6 lurah se-Kecamatan Sipirok, perwakilan BPD dan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Mmasyarakat (LPM), sekdes, serta Kaur pembangunan. (ran/ann) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Kalau berpokus pada pertaniaan, buktikanlah dengan memperbaiki irigasi pengairan pertaniaan serta pengadaan pupuk (ajarkanlah rakyat membuat pupuk yang sederhana yang bisa membantu untuk pengadaan pupuk). Salah satu pendukung Pertanian adalah Pengairan yang baik dan tersediannya pupuk yang baik. Tidak usah berbicara masalah bibit dan cara pengolahannya. Karena Petani mungkin lebih tau akan cara mana bibit yang baik mana bibit yang tidak baik serta cara pengolahannya. Jadi dengan bantuan memperbaiki saluran pengairan / irigasi pengairan secara langsung, maka Petani akan merasakan langsung program dan fokus tujuan Pemerintah setempat.
    Tanpa itu, maka kemungkinan semua program yang diumbar-umbar ke Petani oleh pemda nantinya bisa menjadi hanya penyedap rasa suasana saja yang penuh dengan janji-janji dan program-program kosong isinya. J

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*