Situs Porno di BlackBerry Resmi Diblokir

Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry memenuhi janjinya. Terhitung sejak hari ini, situs porno tidak bisa diakses lagi melalui browser BlackBerry.

Dalam akun Twitter Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring juga membenarkan pemblokiran ini. “Alhamdulillah RIM sudah mematuhi hukum dan aturan RI, pornografi sudah mulai diblokir. Silakan bisnis asal taat hukum,” kata Tifatul dalam akun Twitter @tifsembiring.

Saat Tempo mencoba membuka Playboy.com ada sebuah tulisan: Situs yang Anda buka tidak bisa diakses melalui jaringan ini. Di bawahnya ada keterangan, www.playboy.com termasuk situs yang tidak boleh diakses karena terindikasi salah satu unsur berikut: Pornografi, Judi, Phising/Malware, Sara, Proxy. Jika Anda merasa situs yang ingin Anda akses tidak termasuk hal di atas silakan kontak info@nawala.org.

Sebelumnya, pada 7 Januari lalu, Tifatul mengultimatum vendor asal Kanada tersebut. Jika RIM tak mematuhi pemasangan penyaring konten pornografi, jaringan RIM dengan BlackBerrynya bakal diblokir.

Setelah beberapa kali melakukan pembicaraan, akhirnya RIM dan Kementerian Komunikasi dan Informatika sepakat untuk memblokir konten pornografi pengguna BlackBerry (BB). Batas akhir pemblokiran itu adalah besok atau Jumat 21 Januari 2011. “Semua harus terblokir dan bersih pada tanggal itu,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring kepada wartawan di Jakarta, Senin lalu.

RIM menggandeng Nawala sebagai penyaring situs porno. Namun, menurut Pengamat Internet Irvan Nasrun, pemilik BlackBerry masih bisa mengakses situs porno dengan menggunakan browser Opera Mini dan Bolt. “Saya sudah mencobanya dan masih bisa,” kata Irvan yang juga pengurus Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia kepada Tempo, Kamis (20/1).

Baca Juga :  Kulkas Tanpa Listrik dari Sumatera Juara di AS

Selain melalui browser Opera Mini dan Bolt, kata Irvan, browser BlackBerry Operating System (OS) 6 juga masih bisa mengakses situs porno. Penyaringan baru berjalan dan efektif bagi browser OS 5 ke bawah.

Menurut Irvan, langkah RIM tepat, karena mereka segera memenuhi aturan pemerintah Indonesia untuk menyaring konten pornografi. Namun dia menyarankan RIM menyediakan server penyaring sendiri, karena penggunaan Nawala berdampak pada lambatnya mengakses situs yang bukan porno.

Kemarin, RIM maupun operator bungkam soal persiapan teknis untuk penyaringan konten pornografi menjelang tenggat waktu yang diberikan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Oliver Pilgerstorfer, Senior PR Manager Asia Tenggara, mengatakan tak bisa memberikan jawaban secara terperinci tentang teknis penyaringan konten pornografi yang disyaratkan pemerintah. “Kami belum bisa memberikan jawaban spesifik seperti yang Anda minta, yang jelas kami merujuk pada dua pernyataan kami sebelumnya,” ujar Oliver melalui surat elektroniknya kepada Tempo, Rabu (19/1).

Beberapa operator juga tak mau banyak komentar dengan persiapan teknis untuk penyaringan atau pemblokiran konten pornografi ini.

Deputy Corporate Secretary Telkomsel Aulia E Marinto mengatakan masih berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. “Soal RIM masih menunggu,” ujar Aulia melalui pesan pendeknya.

General Manajer Operation and Maintenance PT Hutchison CP Telecommunications Iwan Rahadian mengatakan akan mencek segala sesuatu terkait dengan pemblokiran ini. (tempointeraktif.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Lindungi Anak, Ibu Wajib Melek Internet

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*