Situs Resmi Masih Belum Ada, Bagaimana Keamanan Teknologi Informatika Asian Games 2018?

Jakarta – Hingga kini situs resmi Asian Games 2018 belum ada. Padahal Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council Asia/OCA) juga sudah mewanti-wanti soal keamanan teknologi informatika (IT Security).

“Intinya mereka ingin supaya IT yang kita disediakan di Asian Games nanti bisa sama dengan AG di Incheon pada 2014,” ungkap Deputi IV BIdang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S. Dewa Broto, di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Kemarin, tiga perwakilan OCA mengadakan pertemuan dengan penanggung jawab penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta & Palembang, yakni INASGOC, mengenai kemampuan fasilitas dan mobilisasi IT pada event tersebut nantinya.

Dikatakan Gatot, OCA menganggap penting masalah ini setelah melakukan perbandingan dengan Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, yang menurut mereka tidak terlalu baik terutama dalam hal scoring real time.

“Berkaca dari itu makanya kita diingatkan. Tapi kami juga katakan bahwa Indonesia sangat siap sekali. Meskipun ada kendala di dua kota yang terpisah, tapi kami siap dalam arti operator selama ini berkomitmen bantu kami. Dan meskipun penggunaan IT Asian Games masih 2 tahun lagi tapi saat ini kami sudah well prepared,” ungkapnya.

Selain maskot dan logo yang “baru jadi” sebulan lalu, sampai saat ini belum juga diluncurkan situs resmi Asian Games 2018, padahal waktunya tinggal dua tahun lagi, sedangkan situs resmi bisa sekalian menjadi ladang promosi buat tuan rumah.

Baca Juga :  BlackBerry London Menampakkan Diri

Tak hanya itu, OCA dikatakan Gatot, juga mengkhawatirkan soal isu keamanan informatika teknologi.

“Concern mereka tidak salah, karena selama ini banyak kasus lembaga/institusi diretas, apalagi untuk masalah peretas itu tidak hanya datang dari luar, tapi dalam negeri juga ada. Ini yang mereka wanti-wanti.”

Untuk meminimalisir penyalahgunaan IT, Gatot pun sudah berencana untuk menggandeng tim ahli yang bertugas menjamin keamanan IT.

“Itu (tim tenaga ahli) sudah dalam skenario kami. Misalnya, kami melibatkan suatu tim di Kemenkominfo, karena di sana ada tim yang menjamin kemananan security. Pun soal SDM (Sumber Daya Manusia) terkait IT, saya pikir Indonesia tidak kalah bagus dengan negara lain,” simpul dia.

(mcy/a2s/sport.detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*