Skandal Nikah Siri – Unjuk Rasa, Bupati Aceng Dihadiahi Celana Dalam

Seorang pendemo menghadiahi celana dalam wanita kepada Bupati Garut Aceng Fikri, saat aksi demo di depan Kantor Bupati Garut, Selasa (4/12/2012) siang.

KOMPAS.com — Bupati Garut Aceng Fikri dihadiahi sebuah celana dalam oleh ratusan pendemo dari berbagai elemen masyarakat Garut, Selasa (4/12/2012) siang. Mereka mengaku kecewa atas sikap Bupati yang telah mencemarkan pemerintahan Garut dengan skandal nikah siri.

Pantauan di lokasi unjuk rasa, ratusan pendemo mulai dari warga, LSM, hingga mahasiswa asal Garut menggelar aksi di depan Kantor Bupati Garut. Salah satu kelompok pendemo yang mengaku dari rakyat Limbangan, Garut, khusus akan menghadiahkan celana dalam perempuan untuk Bupati Garut Aceng Fikri. Namun, aksi itu dihadang ratusan petugas dari Polres Garut yang berjaga di gerbang Kompleks Perkantoran Bupati.

Salah seorang Koordinator Aksi, Mimin A (67), mengaku, sebagai kaum perempuan, ia kecewa atas sikap orang nomor satu di Garut tersebut. Pasalnya, Bupati Aceng dianggap telah melecehkan kaum perempuan dengan skandal tersebut. Terlebih lagi, Bupati Aceng tak mau meminta maaf kepada masyarakat Garut.

“Intinya, saya kecewa pisan ke Bupati Aceng, apalagi dia tidak mengaku salah dan tidak mau meminta maaf,” terang Mimin di sela-sela aksi demo.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Aceng terlibat skandal nikah siri dengan menikahi Fani Oktora (18), warga Limbangan, Garut. Fani diceraikan setelah dinikahi empat hari melalui pesan singkat (SMS) yang akhirnya mencuat di media.

Baca Juga :  Korban Tewas Banjir Bandang Wasior Mencapai 124 Orang

Sampai berita ini diturunkan, aksi demo masih berlangsung dengan penjagaan ketat petugas dari Polres Garut. Jalan menuju Kantor Bupati pun ditutup yang mengakibatkan arus lalu lintas macet total.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*