SMeCK, Sampai Kiamat Cinta PSMS Medan!

Tujuh tahun lalu, tak ada orang Medan yang mengenal nama SMeCK. Kelompok supporter PSMS ini hanya sempalan dari kelompok lain yang lebih dulu ada. Tapi kini SMeCK memiliki tujuh ribu anggota, mereka selalu setia menghangatkan laga PSMS!

Seperti hari ini, Sabtu (28/8) ratusan personel SMeCK kembali memenuhi tribun terbuka Stadion Teladan Medan. Menyaksikan PSMS berjibaku melawan PS Sumut. Meski hanya laga persahabatan, tetap saja atmosfer stadion sepanas laga Divisi Utama.

Ratusan suporter bernyanyi sambil meniup megafon. Teriakan yang membakar semangat Faisal Azmi dan kawan-kawan, begini nyanyian mereka

Hari-hari esok adalah milik kita
PSMS jadi juara di liga
PSMS jadi juara di liga sorak gembira
Para Smeck Hooligan demi kejayaan PSMS ku

SMeCK  merupakan singkatan Supporter Medan Cinta Kinantan,  kini mereka sudah tiga kali bermetamorfosa. Dari SMeCK FC lalu berubah jadi SMeCK Mania dan kini menjadi SMeCK Hooligan. Nama belakang kelompok ini selalu berganti sebagai tanda suksesi kepengurusan. Meski begitu, mereka mengaku cinta PSMS sampai kiamat.

Menurut Nata Simangunsong, Ketua Umum SMECK Holigan, SMeCK  dibentuk bukan untuk gagah-gagahan. Apalagi untuk pamer kekuatan. Tapi dibentuk  sebagai wadah supporter yang positif membangun PSMS dan mendukung pemain mereka.

“Berani Aku jamin, kalau tidak ada fans seperti kami di medan, PSMS tidak ada apa-apanya,”kata Nata penuh percaya diri.
Aksi-aksi SMeCK memang secara emosional membantu secara mental Ayam Kinantan saat laga. Mereka seolah tak kenal letih, terus bernyanyi, berteriak dan mengibarkan panji-panji PSMS selama pertandingan.

Baca Juga :  Ranking FIFA - Peringkat Indonesia Naik

Meski sangat fanatic memberikan dukungan, ternyata SMeCK tak pernah mendapat kucuran dana dari manajemen PSMS. Selain ingin mandiri, sikap jaga jarak ini dicipyakan agar mereka  tetap independen dan kritis.
Untuk membiayai operasional SMeCK, banyak pengurus patungan dana. Untungnya mereka punya pekerjaan  mapan, hingga dapur mereka tetap berasap.
Secara jujur Nata mengaku sangat salut pada Aremania, suporter kesebelasan Arema ini sangat lihai mencari dana untuk membiayai aktifitas mereka. Lewat penjualan merchandise Arema, Aremania bisa eksis dan menjadi kelompok suporter terbaik di Indonesia.

“Kami ingin seperti fans Arema Malang. Mereka sudah bisa mandiri dan menghidupi komunitasnya secara kolektif,” kata Nata sambil menunjukkan sejumlah rancangan merchandise PSMS.
Meski hanya lewat mulut ke mulut, upaya menggalang dana lewat penjualan stiker, poster, kaos dan emblem Ayam Kinantan, mulai membuahkan hasil. Nata mengatakan omzet yang mereka dapatkan lumayan untuk membiayai beberapa kegiatan. (irf)

SUmber:

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. persib kontol aq anak medan jadi ko mau apa di kota ku mungkin disana psms gak bisa rusuh tapi kaloh di sini sampai mati ku matikan viking kontol hermana aban pepek,

  2. laga seru pada saat psms medan vs persib bandung psms akan rusuh pada saat psms vs persib persib emang kontol aq anak medan jadi ko mau apa dikota ku bandung macem kontol kota kau pepek

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*