SMP Desa Bahap Paluta Hanya Dihuni 20 Siswa

SMP satu atap Desa Bahap, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara, terancam ditutup. Sebab, jumlah siswanya hanya 20 orang dan lima tenaga pengajar.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Forum Kajian Peduli Padang Lawas Utara, Hasan Harahap, kepada METRO, Kamis (10/2).
Menurut Hasan, minimnya siswa yang masuk di SMP satu atap Desa Bahap membuktikan manajemen pendidikan di Paluta masih harus diperbaiki. Sejauh ini, pihaknya menilai pihak terkait belum siap menerapkan langkah jemput bola, sehingga program wajib belajar di Paluta masih jauh dari sukses. “Kita lesu melihat sekolah negeri yang tidak diminati masyarakat. Kalau pihak terkait mau jemput bola kemari, pasti kondisinya tidak akan seperti ini,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Paluta, Drs Hazairin Hasibuan, ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa SMP satu atap Desa Bahap sedang mengalami kekurangan siswa. “Tim kita sudah turun mengecek kebenarannya. Lalu, kalau SMP itu tidak bisa lagi diselamatkan, maka guru-guru di sana akan distribusikan ke sekolah negeri yang lain,” pungkasnya. (thg)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*