Soal Aksi Nginap Di Gedung DPRDSU , Anggota DPRD Sumut “Cueki” Petani Palas

MEDAN (Berita): Sejumlah petani Padang Lawas (Palas) yang melakukan aksi nginap di sekitar Gedung DPRD Sumut, kembali menagih janji para wakil rakyat tersebut. Sayangnya, aksi itutidak begitu mendapat perhatian dari sejumlah anggota DPRD Sumut.

Pantauan di Gedung DPRD Sumut, Senin (2/7) siang, enam orang ibu-ibu sembari membawa anak-anaknya yang masih kecil, memasuki Gedung DPRD Sumut. Mereka hendak menjumpai Anggota DPRD Sumut untuk memberitahukan bahwa rumah dan ladang mereka di Palas terus dirusak oleh buldozer-buldozer milik dua perusahaan di Palas.  Sejumlah petani dalam aksi yang berlangsung sekitar sebulan terakhir tersebut, juga mogok makan dan jahit mulut.

“Kami menunggu sikap DPRD Sumut dengan menginap di tenda, tapi sampai sekarang rumah dan tanaman kami terus dirusak oleh perusahaan itu. Padahal, bapak-bapak dewan ini bilang sudah menyurati Kapoldasu agar menghentikan kegiatan perusahaan di lahan kami sebelum ada penyelesaian,” kata I Sitorus, yang menangis sembari menggendong anaknya saat mengitari sejumlah ruangan di DPRD Sumut.

Karena banyak ruangan kosong, setelah paripurna DPRD Sumut usai, para ibu-ibu ini pun menemukan ruangan Badan Musyawarah (Banmus), yang ketika itu sedang digunakan rapat oleh sejumlah anggota dewan. Meski terus dilarang pihak kepolisian dan petugas security DPRD Sumut, para ibu yang menangis dan menggendong anak mereka terus mendesak masuk ke ruang Banmus. Namun, massa ini tidak berhasil masuk dan hanya bisa duduk di depan pintu ruang Banmus yang terletak di lantai I Gedung DPRD Sumut.

Baca Juga :  PWI Tabagsel Serahkan Tali Asih kepada Janda Wartawan

“Kami nggak mau kayak hari itu, di suruh tunggu, tapi begitu kami tunggu di luar, anggota dewannya bepergian semua. Tolonglah kami pak polisi, pak dewan, sudah sebulan kami di sini, tapi tetap saja tak ada perlindungan buat kami,” kata petani lainnya, seraya mengatakan, anaknya yang berumur kurang dari setahun sudah sakit karena hampir sebulan tidur ditenda.

Meskipun para ibu dan anak-anaknya tersebut menangis dan berteriak ingin bertemu dengan para anggota dewan, tak seorang pun dari anggota dewan yang ada di ruangan Banmus maupun di Kantor DPRD Sumut tersebut menemui mereka.

Tak jauh dari ruang Banmus, Sekretaris Komisi A DPRD Sumut M Sitompul, terlihat hanya memandangi aksi di depan ruang Banmus, tak jauh dari tempat dia berdiri di dekat lift DPRD Sumut. “Apalagi itu, besok (hari ini-red) kan sudah diagendakan rapat, besok sajalah disampaikan semuanya, sekalian alas hak tanah kalian dan kelengkapan yang kami minta itu,” kata M Sitompul, saat berbicara dengan Ketua DKR Sumut Sugianto, yang selama ini mendampingi aksi para petani tersebut.

Sugianto, yang diminta menenangkan massa tersebut mengaku, tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, katanya, para petani sangat kecewa karena sampai sekarang rumah dan tanaman mereka tetap dirusak perusahaan. “Petani punya alas hak atas kepemilikan lahan mereka, kami akan sampaikan semuanya sekarang. Petani kecewa, karena rekomendasi DPRD Sumut yang disampaikan ke Kapoldasu untuk penghentian kegiatan perusahaan di lahan masyarakat sampai sekarang sama sekali tidak digubris perusahaan,”ungkapnya.

Baca Juga :  Tanpa Perdebatan, DPR Setujui Badrodin sebagai Kapolri

Sementara, Selasa (03/07) para petani asal Palas tersebut kembali menggelar aksi, kali ini mereka duduk, dan sebagian tertidur tepat di depan pintu masuk gedung DPRD Sumut yang terbut dari kaca. Para pengunjukrasa ini berharap wakil rakyat bertindak dan mendengar aspirasi mereka.(irm)

Sumber: beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. DPRD Sumut memang kerjanya cuma tukang tidur, 1 persen aja bela rakyat, lainnnya 99 persen cuma UANG aja dikepalanya. maklum DPRD Sumut uda kena namannya duit makannya petani palas tidak diperhatiin apalagi komisi A itu cuma puikir uang masuknya aja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*