Soal Bangunan Liar Dibongkar – Pedagang di Kios Lama Pasar Aek Godang Marah

H Elpinayungan Harahap meminta penjelasan kepada Kabid Pasar Gontar Panjaitan terkait adanya pembongkaran bangunan tambahan di Pasar Aek Godang, Jumat (14/11) lalu. (Asmar)

PALUTA – Terkait pembongkaran yang dilakukan Satpol PP Paluta, Jumat (14/11) lalu, pedagang Pasar Aek Godang marah dan mempertanyakan mekanisme pembongkaran. Pedagang yang berjualan di kios lama merasa pembongkaran yang mereka alami akibat penambahan bangunan pada kios baru.

“Jangan gara-gara kios baru, kios lama pun ikut-ikutan dibongkar, kami pedagang lama, sejak dulu mana pernah ada pembongkaran, kenapa sekarang tiba-tiba ada pembongkaran,” kata Mester Pohan kesal, Sabtu (15/11).

Pembongkaran ini kata Mester, sangat merugikan pedagang, sebab bangunan yang dibongkar adalah bangunan yang diperuntukkan untuk menyimpan barang dagangan. Sehingga setelah dibongkar, pedagang justru bingung ingin meletakkan barang dagangannya dimana.

Mester Pohan yang sudah puluhan tahun berjualan di pasar ini tetap bersikeras bahwa pembongkaran ini sudah sangat merugikan pedagang, terlebih, proses pembongkaran pun dilakukan dengan cara mendadak.

“Kalau sudah dibongkar, yang dirugikan pada akhirnya adalah pedagang, kita sangat kecewa,” ujar Mester Pohan. Senada dikatakan Rosman Tobing, pihak pemerintah dengan menurunkan personel Satpol PP ke Pasar Aek Godang dan diperbantukan oleh TNI/Polri, merupakan cara nyata pemerintah untuk menakut-nakuti rakyat, khususnya pedagang. “Dengan menghadirkan TNI, itu sama saja mau mengimintidasi rakyat kecil,” ungkapnya.

Baca Juga :  Traffic light di Paluta banyak tak berfungsi

Pedagang lainnya, H Elpinayungan Harahap dan H Darman Hasibuan meminta kepada Pemkab Paluta untuk tidak semena-mena dalam melakukan pembongkaran, sebab kata mereka berdua, sebagai pedagang mereka juga mempunyai kontribusi berupa pajak kepada daerah dan seluruh pedagang selalu membayar pajak dan iuran kepada pemerintah. “Kita semua disini bayar pajak, tak ada yang gratis,” sebut keduanya.

Sementara itu Dinas Pasar melalui Kabid Pasar Gontar Panjaitan menegaskan bahwa bangunan liar yang berada di kios Pasar Aek Godang sudah menjamur dan menyalahi aturan Perpres Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan Pasar dan Pembinaan Pasar Tradisional serta Permendagri Nomor 20 Tahun 2012. Dan katanya pembongkaran bukan dikarenakan oleh banyaknya bangunan liar di sekitar kios baru, melainkan karena sudah melanggar peraturan. Peraturan yang dimaksud Gontar, lokasi pendirian pasar tradisional wajib mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota, termasuk peraturan zonasinya.

Kasatpol PP Ali Ja’far Harahap SH mengatakan, Satpol PP tidak akan segan-segan menindak pedagang yang masih ada mendirikan bangunan liar di sekitar kios baru, sebelum adanya peresmian dan serah terima kios kepada pedagang. Sebab katanya, dalam waktu dekat ini Pemkab Paluta akan menjadwalkan peresmian pasar tradisional se-Paluta.

Sebelumnya, Tim terpadu Pemkab Paluta melalui Dinas Pasar, Satpol PP dan TNI/Polri membongkar penambahan bangunan liar yang berada di kios-kios Pasar Aek Godang, Kecamatan Hulu Sihapas, Jumat (14/11) lalu. (mag-02)

Baca Juga :  Harga Sawit dan Karet Turun, Petani di Padang Lawas Terpukul

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*