Soal Google, Indonesia Diminta Belajar dari China

Jakarta – Jadi tidaknya Google akan berinvestasi di Indonesia memang belum jelas. Di sisi lain, menghadapi kemungkinan itu, Indonesia dinilai perlu belajar dari China.

Hal itu dikemukakan Heru Nugroho Setio Utomo, praktisi bisnis internet dan penggiat WacanaNusantara, saat berbincang dengan detikINET, Selasa (26/7/2011).

“Google mah penjajah modern! Kita-kita yang membesarkan pasar, dia datang-datang dengan kapital yang luar biasa, main cengkeram saja,” tuturnya.

Menurutnya, salah satu indikasi ketidaktulusan pemain asing yang masuk ke Indonesia adalah mereka tampak enggan mematuhi aturan yang ada. Misalnya, soal pembangunan data center. Contoh kasusnya adalah Research In Motion selaku produsen BlackBerry.

Keinginan Google untuk merangkul Usaha Kecil Menengah (UKM) juga diragukan. Bahkan ia menilai UKM hanya akan dimanfaatkan, atau lebih buruk lagi, akan diperalat.

Itulah mengapa pria asal Jawa Timur ini mengharapkan pemerintah bisa belajar dari China. “Google tidak berdaya sama China. Kita kudu belajar sama kasus google di China,” ujarnya.

Di China, pemerintah setempat seakan berseteru dengan Google. Bahkan Google sempat mematikan layanan mereka di Negeri Tirai Bambu itu.

Selain itu, layanan setempat seperti Baidu memang jauh lebih populer dari Google. Ada juga layanan seperti Youku (pesaing YouTube) yang juga lebih disukai pengguna internet di China.

Heru mengaku protes berat jika Google bisa masuk ‘lenggang-kangkung‘ ke Indonesia tanpa memberikan kontribusi yang berarti bagi bangsa. “Enak aja dia!” tandasnya.

Baca Juga :  Jangan Khawatir, Akses Data di Jalur Mudik Aman!

detik.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*