Soal Okto, Riedl Dinilai Tidak “Fair”

1400015620X310 Soal Okto, Riedl Dinilai Tidak Fair
Gelandang timnas Indonesia, Oktovianus Maniani, mengikuti latihan bersama jelang laga melawan Filipina dalam semifinal Piala Suzuki AFF 2010 di lapangan PSSI, Kompleks Gelora Bung Karno, Jumat (10/12/2010). Indonesia akan menghadapi Filipina pada 16 Desember 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Direktur Teknik Sriwijaya FC Hendry Zainuddin menilai pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, telah melakukan keputusan tidak fair dalam pelatnas Pra-Olimpiade 2012. Oleh karena itu, Hendry menyatakan akan menarik Oktovianus Maniani dari pelatnas.

“Bukan karena tidak mau menjalankan komitmen awal. Namun, sikap pelatih yang tidak fair menjadi penyebab sikap ini. Kami telah melayangkan surat tadi pagi,” kata Hendry saat dihubungi wartawan, Kamis (27/1/2011).

“Laskar Wong Kito” memutuskan untuk menarik Okto karena kecewa tidak bisa menggunakan jasa gelandang asal Papua tersebut. Riedl memberlakukan hal berbeda kepada pemain lain di pelatnas, yakni kiper Arema Indonesia, Kurnia Meiga, dan gelandang Perseman Manokwari, Nasution Karubaba. Kedua rekan Okto itu diperbolehkan membela klubnya masing-masing oleh Riedl. Padahal, Badan Tim Nasional menegaskan, 25 pemain yang tergabung dalam pelatnas tidak boleh membela klubnya hingga awal Maret nanti.

“Seharusnya Kurnia Meiga tidak memperkuat Arema. Namun, Riedl kok diam saja dan bahkan cenderung mengizinkan. Kami kecewa dan akan memanggil Okto kembali ke Sriwijaya,” kata Hendry.

Keinginan Sriwijaya meminta Okto kembali sepertinya tidak akan mudah. Pasalnya, Riedl bersikukuh akan mempertahankan Okto. “Silakan Riedl marah. Kami tidak takut. Justru Riedl telah mengecewakan kami,” ungkapnya. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Awas, Punya PRT di Bawah 18 Tahun Diancam 5 Tahun Penjara & Denda Rp 500 Juta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*