Soal Pendataan Guru Honor Kabupaten Simalungun, Disdik Dituding Pembohong

Pendataan guru honor se-Kabupaten Simalungun oleh Dinas Pendidikan (Disdik) mendapat kritikan. Disdik dituding pembohong karena tidak mengindahkan peraturan sebagai acuan pendataan.

Kominitas Pendukung Amanah Keadilan (KOMPAK) melalui Ketuanya, Rahab Siadari SPd kepada METRO, Selasa (24/8) mengatakan, pendataan guru honor yang dilakukan Disdik bertentangan dengan Surat Edaran (SE) Menpan dan RB No 05 Tahun 2010 tentang pendataan tenaga honorer yang bekerja di lingkungan instansi pemerintah. Alasannya, guru honor yang bekerja di sekolah swasta untuk tidak ikut didata.

“Jika mempedomani SE itu, yang didata itu guru yang bekerja di instansi pemerintah. Dalam hal ini sekolah negeri bukan swasta,” terangnya.

Menurutnya sesuai dengan SE Menpan No 5 tahun 2010, ada dua kategori yang menjadi objek pendataan, yakni tenaga honorer yang pengajiannya bersumber dari APBD maupun APBN. Sedangkan kategori lainnya tenaga honorer yang penggajiannya bukan dari APBN maupun APBD.

“Kedua kategori guru honor ini harus yang bekerja di sekolah swasta bukan sekolah negeri,” tegasnya.

Ditambahkan Rahab, penerimaan tenaga honor yang dilaksanakan hanya dua hari ini menimbulkan kecurigaan baginya. Menurutnya untuk data tenaga honor yang penggajiannya bukan dari APBN maupun APBD sampai di BKN paling lama 31 Desember 2010. Ada kesan, sepertinya disengaja untuk dipercepat.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Simalungun, Johalim Purba yang dihubungi melalui ponselnya terkait pendataan tenaga honorer ini mengatakan, sudah pernah membicarakan permasalahan pendataan tenaga honorer ini kepada Kadisdik, Jarinsen Saragih SPd.

Baca Juga :  Aroma “Perbudakan” di Perkebunan Swasta

Dalam pembicaraan tersebut terungkap bahwa pendataaan guru honorer untuk sekolah swasta hanya untuk mengetahui jumlahnya saja. “Yang didata itu guru honor yang bekerja di sekolah negeri. Jika guru honor yang bekerja di sekolah swasta semata-mata hanya untuk mengetahui jumlahnya saja, hal itu yang disampaikan kepada saya,” terang Johalim.

Dengan pernyataan Kadisdik tersebut, Johalim meminta Disdik jangan membuat masyarakat menjadi resah. Sebab pendataan guru honor untuk sekolah swasta yang tidak mengacu kepada Surat Edaran itu dan akan menimbulkan kekecewaaan terhadap guru dan menimbulkan persoalan baru.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/Soal_Pendataan_Guru_Honor_Kabupaten_Simalungun_Disdik_Dituding_Pembohong

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*