Soal Penghinaan WNI di Batam – Masyarakat India Minta Maaf

www.metrosiantar.com

Proses evakuasi orang India yang berada di dalam PT Drydocks mendapat pengawalan ketat oleh polisi.

BATAM-METRO; Ketua Persatuan Warga India di Batam, Mr Prakash, menyampaikan permintaan maaf atas perkataan berbau SARA yang diucapkan Vj Prabahara Ganesh, warga India yang memicu kerusuhan di PT Drydocks World Graha, Kamis (22/4).

“Saya minta maaf atas perkataan warga kita tersebut,” katanya sambil menangis—di hadapan muspida di ruang pertemuan Wali Kota Batam lantai 5.

Mr Prakash mengaku seluruh warga India sudah berkumpul dan selanjutnya meminta maaf kepada warga Batam terkait ucapan berbau SARA itu.

Muspida yang hadir saat konferensi pers itu, antara lain Wakil Wali Kota (Wawako) Batam Ria Saptarika, Kapoltabes Barelang Kombes Leonidas Braksan, Ketua BP Batam Mustofa Widjaya, Asisten II Bidang Ekbang Pemko Batam Syamsul Bahrum. Hadir juga dalam kesempatan itu Chief Executive Officer (CEO) PT Drydock Denis Welch dan Senior Manager HRD PT Drydocks, Baharum.

Mr Prakash mengaku, warga India sudah cukup lama ada di Batam. Namun, sepanjang itu pula tidak pernah ada masalah dengan warga lain di Batam. “Sekali lagi saya meminta maaf kepada warga Batam dan Indonesia atas speaking (perkataan, red) warga kami,” tambahnya.

Ke depan, kata Mr Prakash, pihaknya akan lebih meningkatkan sosialisasi, pertemuan untuk menjalin komunikasi yang lebih baik. “Kita juga sangat respek kepada warga Batam dan Indonesia,” tambahnya.

168 WN India Dipulangkan

Baca Juga :  Hebat Sekali Si Gayus ini...

Polda Kepri akhirnya memulangkan 168 warga negara (WN) India yang ketakutakan akibat insiden rusuh pekerja bernuansa SARA yang terjadi di PT Drydocks World Graha Tanjunguncang, Kamis (22/4) lalu. Sebelumnya mereka sempat mengungsi ke Polda Kepri pasca bentrok berdarah itu dan mengingap di barak yang ada di sana.

Kemarin (23/4), seluruh WN India itu telah dipulangkan, setelah pihak Polda Kepri menenangkan para ekspatriat itu, bahwa kondisi Batam yang telah aman kembali.

“Sebagian besar mereka sudah pulang ke rumah masing-masing, tapi ada juga yang tinggal di penginapan dan sejumlah hotel di Nagoya,” kata Direktur Intel Polda Kepri, AKBP Mamat Surahmat, Jumat siang.

Sementara itu, Wakapolda Kepri, Kombes Polisi Bambang Budi Santoso kepada wartawan usai salat Jumat di Mapolda Kepri menambahkan, ada juga beberapa WN India tersebut ada juga yang telah kembali ke negara mereka masing-masing.

Saat disinggung apakah polisi melakukan pemeriksaan atas dokumen yang mereka miliki” Bambang mengaku pihaknya kesulitan, pasalnya WN India tersebut mengaku dokumen yang mereka miliki telah ikut terbakar di tempat kerusuhan.

“Dokumen-dokumen mereka ikut terbakar,” tukas Wakapolda.

Kabid Humas Polda Kepri AKBP Anggaria Lopis melalui Kasubbid Publikasi Humas Polda Kepri AKP Asmur mengatakan, pasca rusuh Drydock, jajaran Polda Kepri kini memberlakukan waktu tambahan (ekstra), bagi jajarannya.

Senin-Kamis yang semula apel siaga dilakukan pada pukul 15.00 WIB kini berubah jadi pukul 18.00 WIB. Sedangkan hari Jumat apelnya menjadi pukul 17.30 WIB. (cr3/hda)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Sampang Memanas, Presiden Kritik Intelijen

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*