Soal Perambahan Hutan Lindung Register-VI Tapsel, Pejabat Tapsel dan Padangsidimpuan Saling Berkelit

Padangsidimpuan, AKS, Proyek Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) Pemko Padangsidimpuan, ditunggangi komplotan pencuri dari Desa Goti sekitarnya Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Tenggara. Hutan Lindung Register-VI Angkola menjadi sasaran penebang liar dari Kota Psp yang mudah memasuki kawsan HL akibat pembukaan jalan lebih 6 Km di HL dalam daerah Kabupaten Tapsel.

Setelah heboh dan polemik kasus Proyek P2KP Pemko Psp diselewengkan jadi alat perambahan dan pencurian kayu ke HL Reg-VI di wilayah Kab. Tapsel, beberapa aktifis lsm Alarm tinjau ke lokasi proyek P2KP dan Proyek JUT (Jalan Usaha Tani) dari Desa Goti Kamis (19/8). Mengikuti arah jalan tersebut jelas terlihat telah keluar jauh dari batas Pemko Psp ke arah Barat, masuk ke daerah Kab Tapsel terus menanjak naik ke lereng dan puncak pegunungan HL Reg-VI Angkola-II.

599077732f91ebdd7d9231ad651c7a92679f934 Soal Perambahan Hutan Lindung Register VI Tapsel, Pejabat Tapsel dan Padangsidimpuan Saling Berkelit
Aktifis LSM Alarm, Ryzkha Maradhona menunjukkan kordinat lokasi proyek P2KP di HL Reg-VI

Recheck posisi lokasi perambahan mpakai alat Global Positioning System (GPS) merk  Garmin Type GPS-60 mulai kordinat 01.18.14,7 Lintang Utara dan 099.17.51,5 Bujur Timur terus ke lokasi titik kordinat 01.18.00,0 LU dan 099.16. 89,0 BT, diketahui jalan proyek P2KP Pemko Psp tersebut telah masuk sekitar 4 Km ke dalam HL Reg-VI Angkola-II.

Di ujung jalan perambahan tersebut di dalam hutan rimba alam sekitar hulu mata air Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Goti, Aek Aek Salambue dan Aek Sipangko dalam kawasan HL Reg-VI, ramai terdengar raungan sejumlah mesin gergaji chainsaw, di sepanjang tepi jalan bergeletakan kayu olahan berbagai ukuran. Mengetahui kedatangan tim lsm Alarm, mendadak semua suara mesin chainsaw senyap.

Baca Juga :  Tiga Pimpinan DPRD Paluta Diadukan Anggota DPRD ke Badan Kehormatan Dewan dan Gubsu

Menanggapi dalih kilah sejumlah pejabat terkait di Pemkab Tapsel dan Pemko Psp, seperti Kadishut Tapsel, Syahgiman Siregar, Sekretaris Dishut Tapsel, Syahrir, Plt Sekda Tapsel, Ibrahim Harahap, Anggota DPRD Kota Psp Khoiruddin Nasution perihal saling tuding serta ngelak seolah tidak ada batas jelas antara daerah Pemko Psp dan Pemkab Tapsel, AR Morniff Hutasuhut aktifis lsm Alarm mengecam keras. “Keterangan pers semua pejabat Tapsel dan Psp mengesankan seolah akal fikiran dan ilmu pengetahuan para pejabat dan wakil rakyat terhormat tersebut seolah orang awam tak berpendidikan”, ketus AR Morniff.

Lebih lanjut Ar Morniff menuding, “Apalah susahnya bawa peta batas Kota Psp sesuai MOU Bupati Tapsel dan Walkot Psp tahun 2005 yang lengkap kordinat titik batas, dicheck lokasi perambahan pakai alat GPS lalu overlay ke peta, jelas akan ketahuan sudah sejauhmana jarak dan posisi pembukaan jalan perambahan hutan. Gejalanya kasus perambahan hutan negara, pencurian kayu dari Desa Goti masuk ke HL Reg-VI terkesan mau diredam pola kongkouw-kongkouw menjurus cingcai-cancai antar aparat birokrasi”, tuding AR Morniff.

Menurut aktifis Alarm tersebut, Pemkab Tapsel mutlak wajib demi hukum mengadukan kasus perambahan tersebut ke pihak Kepolisian. Soal siapa para pejabat Pemko Psp yang terlibat dan wajib bertanggungjawab, itu urusan polisi. Kalau mungkin nanti Polres Tapsel memble dalam penyidikan seperti banyak kasus perambahan hutan negara lainnya, adukan saja ke Polda Sumut.

Terakhir AR Morniff mengulas, para pejabat Pemko Psp juga tak tahu malu sekaligus tidak kapok/jera. Tawaran Bupati Tapsel pada tahun 2005 agar Pemko meluaskan lagi wilayahnya, ditolak Pemko Psp berdalih tidak mampu mengelolanya. Tapi faktanya hampir semua hutan negara di daerah Tapsel yang mengelilingi wilayah Pemko Psp, sudah ribuan Ha dirambah dan dicuri kayunya oleh para pemodal kuat dari Kota Psp. Seperti HL Dolok Sibual-buali, Suaka Margasatwa Barumun, dan kini HL Reg-VI dijarah pencuri kayu. Padahal bencana banjir longsor asal dari lereng dan pincak pegunungan HL Reg-VI tahun 1988 lalu sudah sempat menenggelamkan Desa Goti dan Manegen.

Baca Juga :  KADIS DAN PPK JALAN & JEMBATAN DINAS PUD “MAIN MATA”

Prihatinnya, semua pejabat Pemko Psp dan Pemkab Tapsel yang diklarifikasi data dan fakta temuan lsm, bungkem melempam.

Sumber: Ar Morniff <armorniff@yahoo.co.id>

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*