Soal Relokasi TPA Batu Bola – DPRD Ingatkan Pemko

SIDIMPUAN-DPRD Kota Padangsidimpuan (Psp) mengingatkan Pemkab Psp agar tidak asal berjanji tapi tidak menyikapi soal rencana pemindahan atau relokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Batu Bola dan membangun TPA baru di tahun 2012 mendatang.

Sekretaris Komisi II DPRD Psp, Sopian Harahap kepada METRO, Senin (27/6) mengingatkan pemerintah persoalan TPA ini, karena jika terus dibiarkan akan menjadi bom waktu dan permasalahan-permasalahan sosial yang baru akan terus bermunculan di tengah-tengah masyarakat.

“Kalau tidak segera disikapi, kita khawatir persoalan sekarang seperti air sungai Batang Ayumi diduga tercemar atau masyarakat menderita penyakit belum selesai, persoalan baru akan muncul. Karenanya kita ingatkan Pemkab Psp agar relokasi TPA Batu Bola disegerakan dan menjadi prioritas utama tahun depan agar dibangun TPA Baru,” ucapnya.
Kemudian selain persoalan membangun TPA baru, dirinya juga mengingatkan pemerintah untuk juga mencari solusi bagaimana menyelesaikan masalah TPA Batu Bola, sehingga begitu ditinggalkan atau tidak difungsikan lagi tidak menimbulkan masalah bagi masyarakat sekitar.

Dirinya juga menekankan kepada pemerintah untuk mencari dukungan dana dari pemerintah pusat ataupun provinsi karena tidak ada anggaran untuk membangun TPA baru dan untuk mengalihkan lahan atau mengganti rugi sekitar 10 hektar lahan yang sudah dipersiapkan untuk menjadi TPA baru yakni di Desa Simirik, Kecamatan Psp Batunadua.
Hal ini dikarenakan APBD Psp masih belum mampu untuk menampung anggaran untuk biaya pembangunan TPA baru, karena untuk pembangunan baru di TPA Simirik diperlukan dana sekitar Rp 6 milliar hanya untuk pelepasan lahan, pembangunan jalan, administrasi panitia, pembuatan surat dan lain sebagainya agar TPA di Desa Simirik bisa dibangun.
“Dana APBD kita tidak cukup untuk membiayai pembangunan TPA baru, tapi hal ini sudah menjadi perhatian serius DPRD Psp dan kita akan berupaya jika memang dana ataupun anggaran Pemko Psp tahun 2011 mendatang cukup dalam perjalanannya, bisa saja di P-APBD Psp tahun 2011 akan dianggarkan,” kata Sopian anggota DPRD Psp dari Dapil Psp Batunada, Tenggara dan Angkola Julu ini.

Baca Juga :  Oknum Disdik Palas Sunat Beasiswa Mahasiswa Rp 1 Juta per Orang, LSM Laporkan ke Kacabjari Sibuhuan

Ketua Fraksi FPD DPRD Psp, Khoiruddin Nasution juga mendesak agar pembangunan TPA baru dan penanganan TPA Batu Bola setelah direlokasi benar-benar menjadi perhatian serius dari pemerintah. “Kita hanya mengingatkan saja, agar benar-benar dilaksanakan,” ucapnya.

Pengamat sosial, Arman Badrisyah Hasibuan juga mendesak Pemko Psp untuk segera merelokasi TPA tersebut. Karena tumpukan sampah di TPA itu, jika musim hujan menyebabkan rembesan air sampah yang mengalir ke sungai Batang Ayumi. Sehingga air sungai menjadi tercemar, padahal air sungai ini biasa dipergunakan masyarakat khususnya di Kelurahan Batunadua Jae untuk keperluan MCK.

Apalagi letak TPA Batu Bola berada dihulu aliran sungai Batang Ayumi, sehingga limbah cair sampah ketika musim hujan akan kembali ke pusat kota melalui aliran sungai Batang Ayumi. Sekdako Psp, H Sarmadan Hasibuan SH MM mengatakan, usulan pembangunan TPA baru ini sudah dimasukkan dalam Musrenbang Kota Psp tahun 2012, skala prioritas pemerintah untuk tahun 2012 mendatang.

Kemudian dikatakannya jika dana dari APBD Psp maka akan dibangun. Itupun dengan catatan jika dananya mencukupi. Namun jika tidak mencukupi maka akan diupayakan melobi dana dari tingkat provinsi hingga pemerintah pusat, agar bisa direalisasikan pembangunan TPA baru tersebut.

Nantinya direncanakan pembangunan TPA baru akan dibuat di Simirik, Kecamatan Psp Batunadua seluas sekitar 10 hektar bisa dimulai dan secepatnya TPA Batu Bola direlokasi, selain karena sudah tidak mampu lagi menampung sampah Kota Psp sebanyak 50 ton dalam sebulan, juga karena letak TPA berada tepat dipinggir aliran sungai Batang Ayumi dan bisa saja menimbulkan efek-efek social kepada masyarakat.  (phn/mer)

Baca Juga :  Inter Tak Pernah Pikirkan Kaka-Dinho

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*